Thursday, 22 August 2019

Binaan Dinas KUMKMP DKI

Jual Makanan Berbahaya, Pedagang Kuliner di Mal Akan Diusir

Jumat, 18 Maret 2016 — 20:08 WIB
Petugas Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) DKI Jakarta memeriksa makanan yang dijual pedagang di basement Mal Kota Kasablanka, Jaksel. (Rachmi)

Petugas Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) DKI Jakarta memeriksa makanan yang dijual pedagang di basement Mal Kota Kasablanka, Jaksel. (Rachmi)

SETIABUDI (Pos Kota) – Pedagang kuliner binaan Dinas KUMKMP DKI Jakarta yang kedapatan menjual makanan mengandung bahan tambahan pangan berbahaya, terancam akan diusir dari mal.

“Tiga kali terbukti menggunakan bahan tambahan pangan berbahaya, akan kami keluarkan dari mal untuk ditempati oleh pedagang yang lain,” kata Kepala Dinas KUMKMP DKI, Irwandi didampingi Kasudin KUMKMP Jaksel, Syamsul Bahri saat razia makanan pedagang di kantin basement Mal Kota Kasablanka, Jumat (18/3).

Razia berikut uji laboratorium oleh petugas Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) DKI Jakarta. Tim menyisir sejumlah pedagang makanan dan minuman. Serta mengambil 32 sampel makanan yang langsung diuji di lokasi.

Kepala BPOM DKI, Dewi Prawita Sari mengatakan, dari hasil uji tersebut ada empat sampel positif mengandung zat berbahaya yakni formalin, metanil yellow (pewarna kertas) dan boraks. Di antaranya mie di pedagang soto mie dan tahu siomay mengandung formalin. Tahu di pedagang gado-gado terbukti boraks. Sedangkan kerang di pedagang nasi mengandung zat metanil yellow.

“Penggunaan bahan-bahan kimiawi yang digunakan di makanan dapat memicu kanker dan penyakit berbahaya lainnya,” ujar Dewi.

Pedagang Tak Mau Disalahkan

Sementara dari kalangan pedagang mengaku hanya membeli dari pedagang eceran di pasar. Itu sebabnya sebagian pedagang justeru mendesak aparat terkait supaya mengusut tuntas hingga ke produsen.

“Kenapa saya yang disalahkan? Saya kan beli tahu di pasar. Mana saya tahu kalau tahu ini ternyata berbahaya bagi kesehatan?” cetus Ahmad, pedagang makanan.

Syamsul Bahri, Kasudin KUMKMP Jaksel mengatakan pedagang yang kedapatan menjual makanan positif bahan berbahaya itu akan diberi penyuluhan dan pembinaan.

Sebelumnya pedagang yang ditampung di kantin basement di mal tersebut merupakan hasil penertiban karena berjualan di trotoar dan bahu jalan sesuai Perda No 8/2007 tentang ketertiban umum. Sekitar 100 eks pedagang kaki-5 hasil razia di Jaksel sudah direlokasi ke sejumlah mal sebagai bagian dari kewajiban fasos dan fasum pengembang. (Rachmi/win)

  • pengkor

    seharusnya produsen tahu yg dirazia