Tuesday, 18 September 2018

BUMN Harus Jadi Teladan Bagi Perusahaan Swasta Soal BPJS Ketenagakerjaan

Rabu, 23 Maret 2016 — 14:31 WIB
bpjs tri

JAKARTA (Pos Kota) – Badan Usaha Milik Negara harus menjadi teladan bagi perusahaan swasta untuk ikut program jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan.

Hal ini disampaikan Dirut BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto usai mendeklarasikan Gerakan Nasional Revolusi Mental di Kantor Pusat BPJS Keteenagakerjaan di Jakarta Rabu, (23/3).

“BUMN harus jadi contoh baik dengan ikut empat program Jaminan Hari Tua, Jaminan Kematian, Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Pensiun,” kata Agus. “Paling tidak mereka melaporkan upah sebenarnya,” katanya.

Dalam acara deklarasi Gerakan Nasional Revolusi Mental (GRNM) dengan tema “Etos Kerja Merajut Sejahtera di Hari Esok” yang dihadiri Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani, BPJS Ketenagakerjaan mentargetkan kepesertaan sebanyak 21 juta pekerja formal.

Untuk itu, akan diturunkan petugas Pengawas dan Pemeriksaan (Wasrik) ke perusahaan yang belum mendaftar. Selain Wasrik, BPJS Ketenagakerjaan juga bekerjasama dengan Kejaksaan, Pemda dan instansi terkait untuk sosialisasi dan penegakan hukum.

Memberikan Santuanan

Pada kesempatan itu, BPJS Ketenagakerjaan juga memberikan santunan kecelakaan kerja sebesar Rp3,5 miliar kepada ahli waris almarhum Bambang Irawan, Direktur PT Satria Multi Sukses, Pontianak, Kalimantan Barat.

Santunan diserahkan oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, Puan Maharani, kepada  isteri almarhum secara simbolis.

Bambang Irawan meninggal dunia di tempat kerja dan total santunan yang dibayarkan kepada ahli waris sebesar Rp3.577.988.210 yang terdiri atas santunan kecelakaan kerja, santunan berkala, biaya pemakaman, jaminan hari tua dan jaminan pensiun.

Puan, sesuai acara menyatakan pelayanan publik yang dijalankan oleh BPJS ketanagekerjaan perlu dilandasi dengan nilai-nilai integritas, etos kerja dan gotong royong sehingga BPJS Ketenagakerjaan mampu memenuhi ekspektasi masyarakat dalam memberikan perlindungan dasar bagi tenaga kerja dan keluarganya.

“BPJS Ketenagakerjaan juga harus menjadi mitra terpercaya bagi pengusaha dan berperan serta dalam pembangunan,” ujar  Puan Maharani yang juga di tunjuk sebagai Koordinator GNRM oleh Presiden RI.

Menurutnya, Revolusi Mental bukan pekerjaan satu-dua hari melainkan sebuah gerakan nasional jangka panjang dan terus menerus. “Kerja keras yang kita lakukan hari ini menentukan nasib anak cucu kita di masa depan,” kata Puan.

BPJS Ketenagakerjaan mendeklarasikan Gerakan Nasional Revolusi Mental untuk mendukung peningkatan kualitas dan kecepatan pelayanan agar kepuasan peserta dapat tercapai serta menjamin kesejahteraan pekerja di masa tuanya nanti. (Tri/win)