Friday, 16 November 2018

Polisi Masih Usut Kematian Dua Wanita Kakak Beradik

Kamis, 24 Maret 2016 — 23:49 WIB
Jenazah dua wanita kakak beradik gunakan ambulan dibawa ke RS Polri

Jenazah dua wanita kakak beradik gunakan ambulan dibawa ke RS Polri

DEPOK (Pos Kota)- Penyebab kematian dua kakak beradik di Jalan Melati Raya, Perumnas I Depok, Jawa Barat, Kamis (24/3) masih diusut polisi. Meski keluarga korban berharap dan memohon jenazah kedua korban tidak diotopsi namun polisi tidak mengabulkannya.

Oleh Polres Depok yang menangangi kasus ini tetatp membawa kedua jenazah tersebut ke RS Polri Kramat Jati untuk dilakukan otopsi. “Meski sempat ditolak namun setelah diberi pengertian akhirnya keluarga korban memperbolehkan diotopsi,”kata Kapolres Depok Kombes Dwiyono.

Polisi juga sudah memintai keterangan dari babak korban yang sudah sepuh dan dari kakak korban. Oleh keluarga seorang korban sebelumnya diketahui mengidap penyakit tipus.

Seperti diketahui, warga Pancoran Mas digemparkan dengan penemuan dua jenasah perempuan kakak beradik terbujur kaku di kamar tidur rumahnya Jalan Melati Raya No.5, Depok, Kamis (24/3) malam.

Deborah Sianipar,30, dan Zeni Sianipar,29, pertama kali ditemukan tewas oleh bapak korban Sianipar. “Pada saat ditemukan posisi kedua korban masing-masing dalam keadaan terlentang di atas kasur tempat tidurnya,”ucap Kapolsek Panoran kepada Pos Kota di lokasi kejadian.

(BACA Dua Wanita Kakak Beradik Ditemukan Tewas di Kamar)

Kapolsek menjelaskan, Zeni selepas pulang kerja pukul 10:00, sempat bilang ke bapak untuk jangan diganggu mau istirahat berdua dengan kakaknya di kamar. Namun setelah itu hingga sore, Sianipar curiga karena kedua anaknya itu tidak keluar dari kamar. Sianipar lalu langsung menghubungi istri dari anak pertama agar datang ke rumah.
Setelah diketuk-ketuk tidak dibuka, pintu kamar yang dikunci dari dalam lalu didobrak disaksikan Ketua RT setempat.

“Pada saat kejadian yang ada di rumah hanya bapak korban bersama kedua putrinya itu. Hanya saka pintu kamar korban terkunci dari dalam dan harus didobrak dengan disaksikan Ketua RT. Setelah itu melihat kedua korban sudah tidak bernyawa,”katanya.

Pihak keluarga sempat menghubungi dokter di sekitar rumah untuk memeriksa keadaan korban. “Diketahui korban meninggal dua jam dari ditemukan pukul 17:00. Penyebab pasti belum dapat diketahui, namun dugaan sementara korban mengalami sakit,”tutur Kapolsek.

Berdasarkan keterangan dari pihak keluarga, Zeni merupakan alumnus D3 Politeknik Negeri Jakarta. Perubahan sikap kedua korban diketahui setelah meninggalnya ibu korban pada 2011.

“Pihak keluarga menjelaskan Zeni mempunyai sakit Tipus. Kedua korban seperti saudara kembar, sehingga bisa saling merasakan hal yang sama sehingga ikut meninggal bersamaan,” ucapnya.

Kapolresta Depok mengatakan untuk menyelidiki sebab pasti kematian kedua jenasah dibawa ke RS Polri Kramat Jati untuk divisum forensik.

“Benda-benda seperti dua cangkir teh manis sudah diminum, obat minyak kayu putih, vitaman C, serta obat lotion, dan sobekan-sobekan kerta yang telah dibuang korban ke tempat sampah dibawa petugas identifikasi untuk diperiksa di lab porensik untuk diteliti,”ungkapnya. (Angga)