Wednesday, 19 September 2018

47.440 Pengidap HIV/AIDS di Jakarta

Jumat, 25 Maret 2016 — 9:40 WIB
Ilustrasi

Ilustrasi

JAKARTA (Pos Kota) – Penyebaran virus HIV/AIDS di Jakarta terus menjadi perhatian. Data terakhir sebanyak 47.440 warga terjangkit virus mematikan tersebut.

Sekjen Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi (KPAP) DKI Jakarta, Rohana Manggala, mengungkapkan jumlah pengidap tersebut terdiri dari penderita HIV ada sebanyak 39.347 orang dan orang dengan AIDS mencapai 8.093 orang.

“Itu data terakhir per Desember 2015,” ujar Rohana, Jumat (25/3/2016).

Sebagai langkah antisipasi diungkapkan Rohana pihaknya terus gencar menyosialisasikan pentingnya pemeriksaan terhadap penyakit ini.

“Tahun kemarin, mulai dari Januari hingga Desember 2015, kami mendorong warga, termasuk yang di populasi kunci untuk melakukan visiting pemeriksaan HIV/AIDS di puskesmas. Tercatat ada sebanyak 133.323 orang yang memeriksakan dirinya. Dari jumlah tersebut ada 4.465 yang positif terkena HIV/AIDS,” paparnya.

Rohana mengungkapkan tes HIV gratis dilakukan di puskesmas kecamatan karena dibiayai oleh APBD DKI dan juga mendapatkan bantuan dari Kementerian Kesehatan.
Untuk saat ini ditambahkan Rohana, KPAP DKI tengah melakukan pendataan ulang populasi kunci HIV/AIDS di Jakarta.

Bila dua tahun lalu pendataan dilakukan per tingkat provinsi, kali ini ditahun 2016, pendataan dilakukan hingga tingkat kecamatan. Diharapkan data baru tersebut dapat rampung pada April mendatang.

Populasi kunci adalah populasi yang terkonsentrasi pada kelompok-kelompok yang berisiko tinggi terserang virus HIV&AIDS. Mereka tersebar dalam beberapa kategori, yakni pekerja seks, pengguna napza jarum suntik (penasun), LSL (lelaki yang berhubungan seksual dengan lelaki lain), dan waria. Masing-masing dari mereka memiliki tantangan tersendiri dalam menghadapi risiko HIV&AIDS.

Berdasarkan hasil pemetaan tahun 2014 oleh KPAP DKI Jakarta, jumlah populasi kunci HIV/AIDS di Kota Jakarta mencapai 141.633 orang. Dengan rincian, LSL sebanyak 4.465 orang, waria sebanyak 1.206 orang, wanita pekerja seks (WPS) langsung sebanyak 4.193 orang, WPS tidak langsung sebanyak 7.669 orang dan penasun sebanyak 2.009 serta Lelaki Beresiko Tinggi LBT) sebanyak 122.096 orang.

Data sementara populasi kunci yang terkena HIV mengalami penurunan. Tetapi populasi umum atau masyarakat umum terlihat cenderung naik. Kenaikan populasi umum yang terkena HIV/AIDS terjadi salah satunya adalah LBT dan LSL, sehingga mengakibatkan jumlah ibu rumah tangga yang terkena HIV juga mengalami kenaikan.

“PNS juga cenderung naik. Polri/TNI juga naik. Ini harus menjadi perhatian khusus,” tuturnya.

(guruh/sir)