Thursday, 22 August 2019

Mahasiswa Timor Leste di Jakarta Desak Australia Hengkang dari Laut Timor

Jumat, 25 Maret 2016 — 9:10 WIB
Bendera Timor Leste

Bendera Timor Leste

JAKARTA (Pos Kota) – Sejumlah mahasiswa asal Timor Leste yang menamakan diri Klibur Estudiante Timor Leste (Keustil) mendesak Australia untuk hengkang dari Laut Timor.

Kelompok mahasiswa yang tengah mengenyam pendidikan di Jakarta ini menyatakan Australia telah mensabotase laut milik negaranya.

Dalam keterangan persnya, Koordinator Keuatil, Nelson Pereira, menyatakan saat ini Australia telah mengeksploitasi kandungan minyak di laut Timor Leste secara Ilegal.

Nelson menceritakan, sejak 1971 Australia sudah melakukan perundingan ilegal bersama Indonesia untuk wilayah maritim yang disebut Celah Timor (Timor Gap) tanpa pernah mengajak rakyat Timor Portugis (Timor Leste).

“Hasil perundingan yang dijalankan pada November 1973, Australi mendapatkan keuntungan paling besar dari perundingan tersebut,” jelas Nelson, Jumat (25/3/2016).

Namun, kendati sudah ada referendum pada 30 Agustus 1999, rakyat Maubere menentukan sikap untuk melepaskan diri dari Indonesia, Australia tetap menggunakan kesepakatan batas maritim dengan Indonesia tahun 1971 dan 1972 tidak serta merta menentukan batas maritim yang baru, “Maka dari itu, kesepakatan yang tetap dinalankan hingga saat ini sesungguhnya ilegal,” tegas Nelson.

Mengenai ekspolitasi minyak, Nelson menuturkan, ladang minyak Laminaria-Carollina dieksploitasi lebih dari 100 juta bar oleh Woodside Auatralian Petroleum, BHP dan Shell.

“Pemerintah Australi mendapatkan keuntungan US Dollar 900 juta tanpa pernah dinikmati orang Timor. Dan cadangan minyak ini hampir habis,” tuturnya.

Oleh sebab itu, Nelson menantang Australia untuk membuktikan dirinya sebagai negara besar yang katanya siap membantu negara-negara berkembang di Asia Pasifik tanpa syarat dan niat buruk.

Sebelumnya kelompok mahasiswa ini telah menggelar unjuk rasa di depan Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (24/3/2016) lalu.

Dalam aksi yang diawali dengan longmarch dari Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu menuntut Australia untuk hengkang dari laut Timor.

(guruh/sir)