Thursday, 22 November 2018

Ahok Ingatkan Pensiunan DKI Segera Tinggalkan Rumah Dinas

Senin, 28 Maret 2016 — 13:29 WIB
Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias  Ahok.  (julian)

Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. (julian)

JAKARTA (Pos Kota) – Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahya Purnama (Ahok) mengingatkan para pensiunan DKI agar segera mengosongkan rumah dinas yang ditempati.

Menurutnya, percuma kalau mereka ngotot bertahan, karena akan dikeluarkan secara paksa sehingga bakal bikin malu keluarganya.

“Lebih baik Bapak dan Ibu sekalian segera mengosongkan rumah dinas karena akan dipakai untuk berbagai keperluan pemerintah,” ujar Ahok di Balaikota DKI Jakarta, Senin (28/3). “Saya tahu, sebagian besar sesepuh PNS ini sudah pada punya rumah bagus-bagus yang dihuni anaknya maupun untuk usaha kontrakan dan kos-kosan,” tambahnya.

Menurutnya, banyak aset lahan milik Pemprov DKI dikuasai para pensiunan, salah satunya rumah dinas. “Rumah dinas yang paling banyak dikuasai pensiunan antara lain dari Dinas Kesehatan, Dinas Olahraga, Dinas Perumahan, Dinas Kebersihan, dan lainnya. Aset ini akan kami ambil-alih untuk rumah dinas karyawan aktif, sebagian ada yang akan dibangun untuk puskesmas maupun berbagai kantor layanan masyarakat,” papar Ahok.

(Baca: Ahok: Kalau Gak Mau Nurunin Tarif, Naikin Dong Gaji dan Bonus Sopir!)

Ahok menegaskan agar Satpol-PP dan SKPD terkait segera turun tangan mengosongkan lokasi, baik secara musyawarah maupun paksa. “Silakan saja, mereka ngajuin PTUN pun. Tapi sebaiknya, sebelum putusan keluar kita sikat duluan karena mereka jelas menempati hunian yang bukan hak miliknya. Walikota sama Satpol PP harus berani sikat dulu,,” tegas Ahok.

Para pensiunan yang masih menggunakan rumah dinas itu sebenarnya telah memiliki rumah pribadi bahkan cenderung mewah. “Namun pensiunan itu tetap memilih bertahan di rumah dinas lantaran tidak mau tinggal satu rumah bersama anaknya yang telah berkeluarga dan berada di rumah pribadi miliknya,” tandas Ahok sambil menambahkan pihaknya kali ini akan menertibkan kelompok ‘orang berduit’, jadi tidak ada ganti rugi maupun relokasi rusun.

(joko/sir)

  • Alimin Wartomo

    saya sangat mengerti mengapa para pensiunan tsb tetap bertahan untuk TIDAK satu atap dgn anaknya yg telah berkeluarga
    teori (walaupun banyak yg menganggap ini = suggesti) dari “jauh = wangi dan dekat = bau” benar2 berlaku secara praktek

  • tongseng

    Kalau pensiunan tdk dihargai lagi oleh keluarganya tinggal saja di panti jompo