Thursday, 23 November 2017

BKKBN Bentuk Kampung KB

Senin, 28 Maret 2016 — 12:37 WIB
bkkbn

JAKARTA (Pos Kota) – Demi memanfaatkan program Keluarga Berencana (KB), Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) membentuk Kampung Keluarga berencana (KB).

Nantinya, program tersebut dapat lebih dirasakan secara langsung oleh masyarakat di wilayah miskin, padat penduduk, tertinggal, terpencil, dan wilayah nelayan di seluruh tanah air.

Kepala BKKBN, Surya Chandra Surapaty mengatakan, dibentuknya Kampung Keluarga Berencana (KB), adalah tindak lanjut dari arahan Presiden Republik Indonesia Joko Widodo. Dimana presiden memberikan arahan kepada pihaknya agar pelaksanaan program KB lebih fokus.

“Jadi sekarang kami fokus kepada masyarakat kurang mampu dan masyarakat yang tidak memiliki akses terhadap fasilitas kesehatan,” kata Surya dalam keterangan pers yang diterima, Senin (28/3).

Menurutnya, pencanangan Kampung KB diharapkan akan dapat bergema kembali dan menjangkau masyarakat. Dengan menyasar warga yang berada di desa-desa, dusun-dusun, wilayah padat penduduk, program ini bisa berjalan. “Kampung KB tingkat nasional juga telah dicanangkan oleh Presiden Jokowi di Dusun Jenawi, Desa Mertasinga, Cirebon, pada 14 Januari 2016 yang lalu,” ujarnya.

Surya berharap, program ini sendiri bisa melaksanakan revolusi mental, dengan terus penanaman nilai-nilai revolusi mental berbasis keluarga. Pasalnya, dengan pendekatan keluarga, sebagai unit terkecil dalam masyarakat sekaligus wahana pertama dan utama. “Dari situ, diharapkan nilai-nilai etos kerja, integritas, dan gotong royong, akan dapat lebih terinternalisasi bagi anggota keluarga maupun masyarakat sekitarnya,” kata Surya.

Surya menyebut, program KKBPK dan berbagai kegiatan prioritas di dalamnya, senantiasa diarahkan untuk mewujudkan Nawa Cita, terutama agenda prioritas ke-3, yaitu membangun Indonesia dari pinggiran dengan memperkuat daerah-daerah dan desa dalam kerangka negara kesatuan. “Selain itu, juga terus meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia dan melakukan revolusi karakter bangsa,” tambahnya.

Upaya mendukung perwujudan Nawa Cita itu sendiri, lanjut Surya, dapat dilakukan melalui pemberian Dana Alokasi Khusus (DAK) Fisik dan Bantuan Operasional KB (BOKB) Subbidang KB; pelaksanaan komunikasi, informasi, dan edukasi (KIE) KKBPK kepada masyarakat.

(ifand/sir)