Saturday, 17 November 2018

Kelompok Abu Sayyaf Sandera 10 WNI

Selasa, 29 Maret 2016 — 0:40 WIB
Kepala Badan Inteljen Negara (BIN) Sutiyoso

Kepala Badan Inteljen Negara (BIN) Sutiyoso

JAKARTA (Pos Kota) – Kelompok Abu Sayyaf diduga menyerang kapal tug boat Indonesia yang melayani rute Banjarmasin-Filipina dan menyandera 10 WNI, Sabtu (26/3).

Diduga sandera dibawa ke Pulau Basilan atau Sulu dengan boat milik kelompok separatis yang berbasis di kepulauan selatan Filipina tersebut.

Kabarnya pembajak sudah melakukan kontak dengan salah satu pihak otoritas Filipina. Mereka meminta tebusan 50 juta peso atau sekitar Rp 15 miliar.

Sedang kapal tugboat yang diserang sudah ditinggalkan dan ditemukan kepolisian Filipina di daerah Tawi-tawi dalam keadaan kosong.

Juru Bicara Kemlu Arrmanatha yang dikonfirmasi belum bisa memberikan keterangan mengenai laporan ini.

“Ini sedang dicek, lagi dikonfirmasi bagaimana peristiwanya dan berapa orang persisnya oleh Tim Perlindungan WNI,” terang diplomat yang akrab disapa Tata ini, Senin (28/3).

Sementara itu Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Sutiyoso membenarkan adanya penyanderaan terhadap 10 WNI (Warga Negara Indonesia) di Filipina.

Kapal tersebut bernama Brama, tertulis di lambung kapal serta berbendera Indonesia.
“Betul terjadi pada hari Sabtu yang lalu,” ujar Sutiyoso.(johara)