Friday, 19 July 2019

BISA JADI ITU BARANG

Rabu, 30 Maret 2016 — 5:14 WIB

Ini narkoba sudah ke mana-kemana,” kata Lukman sambil menarik kursi di dekatku.

“Maksud kau apa,” potong Soleh.

“Ya, sudah masuk ke semua lini. Tidak saja warga, aparat keamanan dan penegak hukum juga kena,” katanya.

“Betul juga. Anehnya, biar bandarnya sudah dibui, tetap saja bisa beraksi,” kata Soleh.

“Ya karena ada petugas yang sudah kena,” kataku.

“Maksudmu kena apa,” desak Lukman.

“Kena jadi orangnya dia, orangnya bandar. Dan sudah berapa yang ditangkap.”

“Kupikir masalah narkoba ini kita sudah nggak bisa main-main lagi,” kataku.

“Maka pas Buwas jadi Kepala BNN-nya. Orangnya tegas dan berani,” kata Lukman.

“Sampai-sampai buaya saja mau dikerahkannya menjaga bandar narkoba. Buaya kan nggak bisa diajak main,” kataku.

“Betul juga. Ada yang coba, pasti disambarnya,” kata Soleh.

“Maka kupikir tes urine perlu dilakukan secara nasional,” kataku.

“Kan sekarang sudah. Pejabat di DKI sudah berapa orang dites,” kata Lukman.

“Ya, ada beberapa instansi juga sudah melakukannya. Yang aku maksud, tes urin secara nasional. Jadi semua warga negara. Kenapa misalnya tak dimulai dari tingkat RW saja. Semua warga di satu RW dites urin. Kalau perlu dibikinkan kartu hasil tes urin. Ada urusan apa ke kelurahan, kecamatan, atau kemana saja termasuk mau bikin paspor wajib menunjukkan kartu hasil tes urin,” kataku sambil melonjorkan kaki.

“Betul juga. Tapi biayanya besar dong,” kata Soleh.

“Dibandingkan kerugian akibat narkoba, mana yang besar. Bisa satu generasi habis,” kataku.

“Kalau begitu, Ahok saja mulai di Jakarta. Kumpulkan RW-RW, instruksikan semua warga di tes urin. Lurah, camat dan walikota diinstruksikan tidak melayani warga yang tak bisa menunjukkan kartu hasil tes urin,” kata Lukman

“Betul itu. Ahok kan sekarang sudah diatas angin. Kata orang dia sudah tak bisa dibendung. Dukungan penduduk lewat ‘Teman Ahok’ sudah hampir 1 juta,” kata Soleh.

“Wah, kau sudah jadi pendukungnya juga,” kataku.

“Kita kan melihat apa yang sudah dibuatnya dan apa yang sudah kira rasakan,” kata Soleh.

“Kalau Ahok mau, bisa jadi itu barang,” kata Lukman.

“Maksudmu?” tanyaku menatapnya

“Ya, bisa jadi gubernur lagi,” jawabnya sambil tertawa kecil. (lubis1209@gmail.com)