Tuesday, 17 September 2019

Jokowi Minta Tarif Angkutan dan Sembako Turun

Rabu, 30 Maret 2016 — 20:52 WIB
Presiden Joko Widodo

Presiden Joko Widodo

JAKARTA (Pos Kota) – Presiden Jokowi meminta tarif angkutan umum dan harga kebutuhan pokok masyarakat turun dengan adanya penurunan harga BBM (Bahan Bakar Minyak).

Itu disampaikan Jokowi saat memimpin rapat terbatas di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (30/3). Rapat tersebut membahas penetapan harga BBM yang baru.

Menteri ESDM Sudirman Said mengumumkan harga baru BBM, yakni premium Rp6.950 per liter turun menjadi Rp6.450 per liter, harga Solar Rp5.650 menjadi Rp. 5.150. Penurunan harga BBM mulai berlaku 1 April 2016 pukul 00.00.

Sudirman mengatakab pemerintah secara periodik mengevaluasi harga BBM, baik premium maupun solar. Evaluasi ini dilakukan pemerintah dengan memperhatikan dan mempertimbangkan berbagai faktor. “Kita juga konsisten setiap tiga bulan ditetapkan dan harga ini telah mempertimbangkan bulan Juni dan Juli yang memasuki puasa dan lebaran,” kata Sudirman. .

Sudirman menjelaskan bahwa pemerintah tidak melepas harga BBM ke mekanisme pasar, karena itu mudah-mudahan dapat dipertahankan sehingga tidak terpengaruh oleh perubahan harga minyak dunia.

BERTAHAN 6 BULAN

Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto mengatakan bahwa Pertamina siap menjalankan putusan pemerintah dan diharapkan bertahan hingga September atau hingga 6 bulan ke depan.

Sedangkan Menteri Perhubungan Ignasius Jonan mengatakan bahwa setelah ada penetapan harga BBM ini, Kementerian Perhubungan akan berkirim surat kepada pemerintah daerah untuk penurunan tarif transportasi. Namun demikian, Jonan mengingatkam tidak semua serta-merta bisa mengikuti mulai 1 April 2016 semua tarif transportasi turun , terutama transportasi yang dengan sistem pemesanan,” ujar Jonan.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung menjelaskan bahwa banyak persepsi yang mengatakan bahwa harga premium dan solar di Indonesia termasuk mahal dan harga menengah. Sebagai perbandingan, Pramono menyebutkan bahwa Malaysia adalah negara yang memiliki harga premium dan solar lebih murah dibandingkan di tanah air. Harga solar di Vietnam dan Filipina lebih mahal dibandingkan di Indonesia.

“Kebijakan ini untuk menjaga kondisi fundamental agar harga tetap rendah, inflasi terjaga, apalagi kita akan hadapi bulan puasa dan lebaran. Untuk itu perlu langkah-langkah yang diatur pemerintah termasuk harga BBM,” ucap Pramono.

Namun, harga kebutuhan pokok masyarakat seperti beras masih tinggi, termasuk bawang merah dan bawang putih serta cabai masih mengalami kenaikkan harga. Seperti bawang merah yang semula harga Rp25.000 per kilogram sekarang menjadi Rp40.000 per kilogram.

Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wajid berharap dengan adanya penurunan harga BBM, maka berdampak kepada penurunan tarif transportasi dan juga penurunan harga kebutuhan pokok masyarakat. “Jadi percuma saja adanya penurunan harga BBM tapi harga kebutuhan pokok masyarakat masih mengalami kenaikkan,” terang Hidayat. (johara)