Monday, 23 October 2017

Korea Utara Tuding Amerika Membuat Ketegangan di Semenanjung

Rabu, 30 Maret 2016 — 23:23 WIB
Latihan militer bersama Korea Selatan dan Amerika Serikat memicu protes Pyongyang (reuters)

Latihan militer bersama Korea Selatan dan Amerika Serikat memicu protes Pyongyang (reuters)

KOREA UTARA – Pyongyang menuduh Amerika Serikat membuat kawasan semenanjung Korea berada di tepi peperangan setelah negara adikuasa tersebut mengadakan latihan militer bersama dengan Korea Selatan.

Latihan militer Amerika Serikat dan Korea Selatan adalah kegiatan rutin tahunan dan selalu membuat Korea Utara meradang.

Tahun ini, Amerika Serikat menyiapkan 17 ribu tentara untuk kegiatan latihan tersebut yang memicu reaksi keras dari negara paling tertutup di dunia.

Walaupun PBB menganggap latihan militer tersebut tidak provokatif, pejabat Korea Utara tetap menuduh Amerika Serikat menyiapkan serangan invasi.

Ketegangan di semenanjung Korea semakin meningkat sejak Korea Utara melakukan uji coba nuklir pada bulan Januari dan bulan Februari Pyongyang melakukan uji coba misil yang disamarkan dengan peluncuran satelit buatan.

Amerika Serikat kemudian mengeluarkan sanksi baru terhadap Pyongyang atas uji coba nuklir dan tes misil. Dewan Keamanan PBB juga menyetujui resolusi sanksi baru kepada Korea Utara.

Awal pekan ini, Menteri Luar Negeri Korea Utara Ri Su-yong mengatakan Korea Utara tidak akan berdiam diri menyikapi ancaman Amerika Serikat. Menurutnya, militer Korea Utara siap untuk menghadapi perang.(daus)