Monday, 20 August 2018

Kisah Seorang Murid dan Sang Guru

Jumat, 1 April 2016 — 5:55 WIB

SEORANG pensiunan guru begitu terharu. Ia yang hidup pas-pasan bersama keluarganya di suatu daerah, tiba-tiba mendapat hadiah yang berlimpah dari sang murid.

Konon dikisahkan dari negeri ‘antah berantah’ bahwa sang guru pernah menolong muridnya itu yang dalam kesusahan sekian tahun yang silam. Sang murid yang seharusnya gagal ikut tour bersama kawan-kawan sekelasnya, namun berkat pertolongan sang guru, murid ersebut jadi ikut bersama rombongan kelasnya.

Pertolongan sang guru tersebut ternyata terpatri dalam benak sang murid, yang saat ini sudah menjadi pengusaha sukses, kaya raya. Oleh sebab itu, dia mencari sang guru penolong tersebut.
Singkat cerita, dia dipertemukan dengan sang guru. Dengan suka cita dia memberikan hadiah termasuk jaminan hidup bagi keluarga sang guru.

Nasihat yang bisa diambil dalam kisah tersebut adalah, perbuatan baik sekecil apapun akan mendapat imbalan yang baik pula, dan bahkan belipat ganda. Begitu sebaliknya perbuatan jahat, juga mendapat ganjaran sesuai pebuatannya!

Kisah ini, sebenarnya, bukan saja buat sang guru, tapi ini berlaku buat semua orang. Siapa saja, silakan berbuat kebaikan. Juga buat siapa saja, kepada siapa saja, kalau guru ya kepada murid, kalau bapak ibu ya kepada anak, kalau anak kepda orang tuanya dst.

Dalam kisah di atas, sebenarnya sang guru pun tidak mengharapkan, apakah dia bakalan mendapat imbalan kebaikan dari muridnya. Bukan itu, tapi apa yang dia lakukan hanya sebatas kewajiban sebagai manusia, ketika ada seorang bocah yang menangis karena keluarganya tak mampu menbayar biaya tour.

Bagi sang guru sebenarnya, sangat bersyukur, bukan soal hadiah yang dia terima, tapi karena anak didiknya menjadi orang. Orang gede.

Karena saat ini, banyak lho, guru-guru yang menangis, bukan juga karena tak mendapat hadiah, tapi karena anak didiknya jadi koruptor! -massoes