Wednesday, 26 September 2018

Guru Honor SD Diciduk Jadi Bos Penadah Galian Emas Gurandil

Minggu, 3 April 2016 — 15:36 WIB
Terasngka Dedi, bos penadah hasil galian gurandil diamankan polisi. (iwan)

Terasngka Dedi, bos penadah hasil galian gurandil diamankan polisi. (iwan)

BOGOR (Pos Kota) – Guru SD honorer menjadi bos penadah hasil penambangan emas liar alias gurandil di kawasan Gunung Pongkor dicokok polisi.

Dia disregap di rumahnya di Desa Nanggung dan menyita ratusan karung lumpur dan bebatuan yang diduga mengandung emas dan sejumlah peralatan pengolahan emas.

Tersangka DK,37, diketahui sudah lama menjadi bos penadah batu dan lumpur mengandung butiran emas hasil galian gurandil. “Para gurandili menjual ke anak buah DK seharga Rp50 ribu sekarung dengan berat 20 Kg,” ungkap Kanitreskrim Polsek Cigudeg AKP Asep Saefudin, Minggu (3/4/2016)

Sebelumnya, pada Jumat (1/4/2016) malam, polisi menangkap dua kaki tangan Pak Guru honorer ini, yakni Mukhroji,32,) warga Kampung Padurung, Desa Lebaksangka, Kecamatan Lebak dan Endang Suhendar,34, warga Kampung Malangbong, Desa Argapura, Kecamatan Cigudeg.

“Keduanya kami tangkap setelah kedapatan membawa 24 karung berisi lumpur dan bebatuan diduga mengandung emas,” kata Asep. Lewat inetrogasi, dkedunya mengaku lumpur dan bebataun ini milik Dedi, bosnya yang membeli dari para gurandil.

Sehari- hari, Dedi dikenal sebgaai guru hionoer di sebuah SDN Di Desa Sukamajau, Kecamatan Nanggung. Tanpa buang waktu Sabtu (2/4/2016) kemarin, kita sergap tersangka Dedi ini di rumahnya,” jelasa Kanitresklrim.

Dari rumahnya itu ditemukan bak besar untuk menyaraung lumpur dan bebatuan yang mengandung emas, serta 30 alat gelundungan buat pengelohan emas.

“Dari pemeriksaan sementara tersangka DK ini sudah 15 tahun menggeluti usahanya ini, jauh sebelum dia menjadi guru honorer pada 2008 lalu,” tukas Kanitreskrim seraya menyebutkan kasus ini akan dilimphakan ke Unit Tipiter Polres Bogor.

(iwan/sir)