Friday, 16 November 2018

Rayakan HUT Kodim Digelar Lomba Burung Berkicau

Minggu, 3 April 2016 — 20:10 WIB
eminat Pameran dan Lomba Burung Berkicau Dandim Cup Ke 1, memludak.

eminat Pameran dan Lomba Burung Berkicau Dandim Cup Ke 1, memludak.

SUKABUMI (Pos Kota) – Peserta lomba burung berkicau pada Pameran dan Lomba Burung Berkicau Dandim Cup Ke 1, membludak. Tercatat, 300 peserta dari Sukabumi dan luar daerah mengikuti perlombaan yang digelar di Lapang Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi, di Cikeong, Desa Cimanggu, Kecamatan Pelabuhan Ratu, Minggu (3/4).

Dandim 0622 Letkol Kav Guruh Prabowo mengatakan Pameran dan Lomba Burung Berkicau Dandim Cup adalah rangkaian HUT Kodim Ke 4 yang bekerja sama dengan RKSC (Ratu Kicau Selatan Club) Palabuhanratu.

“Lomba burung kicau ini yang pertama kami gelar. Kegiatannya rutin dilaksanakan setiap tahun yang dirangkaikan dengan HUT Kodim,” ujar Guruh.

Menurut Guruh, lomba burung kicau diikuti ratusan peserta berasal dari beberapa daerah bahkan ada pula peserta yang berasal dari Kabupaten Lebak, Banten. Hal ini mengingat banyaknya penggemar burung kicau yang terus meningkat.

”Beberapa peserta ada di luar Sukabumi. Karena mereka sangat tertarik dengan kegiatan semacam ini,” katanya.

Ketua Panitia Pameran dan Lomba Burung Berkicau Dandim Cup, Riki Sahara, menyebutkan dari 300 peserta yang mendaftar di antaranya berasal dari Kabupaten Lebak. Tapi kebanyakan peserta berasal dari daerah Sukabumi.

Lomba itu kata Riki, dibagi dalam 5 kategori. Ke 5 kategori tersebut, meliputi Kelas Dandim jenis Muray Batu dan Kacer, untuk Kelas Bupati jenis Love Bird dan Kacer. Sementara Kelas Kapolres jenis Cucak Jenggot, Kenari dan Muray Batu. Sedang Kelas Kasdim jenis Ciblek, Anis Merah, Cucak Jenggot, Love Bird, Kenari, Muray Batu, Kacer dan Cucak Ijo. Dan selanjutnya Kelas Liana Jaya jenis Ciblek, Pentet, Tlendekan, Pleci A, B, C, Konin, Love Bird, Kacer dan Cucak Jenggot.

”Pelaksanaan lomba dibagi berdasarkan urutan. Mulai tingkat paling atas yakni jenis Muray Batu hingga paling bawah jenis Pleci C,” terang Riki.

Ia menambahkan, kegiatan lomba harus berlangsung secara rapi, tanpa adanya teriakan dari pemilik burung dalam bentuk apapun. Jika ada yang melanggar, panitia dapat mendiskualifikasi burung yang dilombakan.

Juri yang melakukan penilaian merupakan pakar yang membidangi perlombaan. Mereka mempunyai standar tersendiri untuk menilai kicauan burung yang dilombakan.

”Jurinya kami ambil dari PBI dan juri independen di daerah Sukabumi. Juri ini merupakan level nasional dengan standar penilaian yang akurat. Mereka juga sering menilai perlombaan ke berbagai daerah di Pulau Jawa,” paparnya.

Selain menentukan kemenangan lanjutnya, juri juga punya kewenangan dan berhak mendiskualifikasi peserta jika menyalahi aturan seperti berteriak atau menyebutkan nomor peserta kicau burung.

Sedangkan ciri penilaian pemenang dalam perlombaan ini menggunakan bendera di antaranya, bendera warna merah untuk juara 1 dengan skor 100, biru juara 2 skor 75, hijau juara 3 skor 50, dan kuning juara 4 skor 25.

“Skor ini ketentuan nasional. Kriteria burung yang menjadi juara diambil dari penilaian bunyi, variasi, durasi, dan volume,” ungkapnya. (sule)