Tuesday, 25 September 2018

O, Masih Ada yang Korupsi?

Senin, 4 April 2016 — 5:55 WIB

BANG JALIL baru saja mau selonjor meluruskan kakinya yang kaku, di kursi panjang teras rumahnya, tiba-tiba HP-nya bertuit-tuit. “ Halo, kabar baik, dong. Saya masih tetap setia pada NKRI,” ujar Bang Jalil, membuka dan menjawab dialog dari lawan bicaranya.” Saya pantang untuk korupsi!”

“ Masih ada yang korupsi?”

“ Masih. Itu buktinya, KPK masih tangkap tersangka korupsi!”

“ Pelakunya siapa?”

“ Ya, itu-itu juga. Angota DPR, DPRD, pengusaha dan calo-nya!”

“ Masih nggak kapok juga, ya?”

“ Ketika manusia masih ambisi, cari jabatan hanya untuk mengeruk kekayaan duniawi, ya bigini jadinya. Mereka lupa pada sumpahnya. Lupa pada harga dirinya, serakah. Mereka, juga lupa kalau masih ada penegak hukum yang tegas. Ada polisi, jaksa, dan KPK yang masih punya gigi!” ujar Bang Jalil sambil menyeruput kopi.

“ Telepon dari mana Pak?” tanya sang istri.

“ Dari istana!” jawab Bang Jalil, sekenanya.

“ Hemm, Bapak jangan ikut-ikutan bikin gaduh, dan main sindir-sindiran, ya?” ujar sang istri.
Bang Jalil baru mau membetulkan kakinya yang kesemutan, tiba-tiba HP-nya tuit-tuit lagi.” Tuh dari istana lagi, Pak! “ ujar sang istri.

“ Ya, halo? O, tentu saya siap,Pak!” kata Bang Jalil.

“ Tapi, gini Pak. Kalau Bapak jadi salah satu ketua fraksi atau ketua apalah di DPR/DPRD, yang berurusan dengan proyek-proyek besar, apa Bapak sanggup nggak kena suap?”

“ Sanggup!” jawab Bang Jalil tegas.

“ Pikir dulu, Pak. Ini nggak kecil uangnya lho, miliaran rupiah, bahkan ada dolarnya segala?” kata lawan bicaranya.

Bang Jalil diam. Hati-nya berkecamuk, memilih korupsi atau nggak korupsi. Dua-duanya sama beratnya! Nggak korupsi, nggak cepat kaya, tapi kalau korupsi ditangkap KPK? Bisa shock! -massoes