Monday, 26 August 2019

Tarif Angkutan Umum Turun Pelayanan Harus Tetap Terjaga

Senin, 4 April 2016 — 5:54 WIB

HARGA bahan bakar minyak (BBM) jenis solar dan premium telah diturunkan oleh pemerintah. Menyusul kebijakan tersebut, tarif angkutan umum juga akan ikut diturunkan.

Untuk wilayah Jakarta, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI bersama Organda telah menyepakati penurunan tarif angkutan umum. Kadishub DKI, Andri Yansyah, Minggu (3/4/), mengatakan penurunan tarif angkutan umum diatur melalui pergub yang diharapkan bisa ditandatangani Gubernur Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) hari ini, Senin (4/4).

Rencananya, tarif angkot n menjadi Rp3000 dari sebelumnya Rp3500, Sedangkan untuk bus sedang dan besar menjadi Rp3500 dari Rp3800. Tarif taksi flag fall dari Rp 7.500 jadi Rp 6.500, per km dari Rp 4.000 jadi Rp 3.500.

Masyarakat menyambut gembira penurunan tarif angkutan umum ini. Meski demikian, kita berharap, turunnya tarif tidak berarti menurun pula pelayanan, keamanan dan kenyamanan bagi para penumpang.

Transportasi umum adalah hal yang sangat vital dalam mobiltas masyarakat dan diharapkan mampu mengurangi kemacetan lalulintas. Bukan malah sebaliknya.

Angkutan umum yang aman, nyaman dan memberikan pelayanan yang baik pada penumpangnya diyakini akan bisa menarik pengguna kendaraan pribadi untuk memakainya. Sehingga beban jalan raya yang kian hari kian berat bakal terkurangi jika masyarakat pengguna kendaraan pribadi beralih menggunakan transportasi publik.

Harus diakui pelayanan angkutan umum di Jakarta masih jauh dari memuaskan. Kondisi fisik kendaraan juga memprihatinkan, reyot dan sering mogok. Belum lagi kedisiplinan oknum sopir yang masih sangat rendah, suka ngetem sembarangan, tak mematuhi rambu, hingga membuat kemacetan bertambah parah.

Dengan kondisi angkutan umum kita yang secara umum masih buruk itu, tak bisa disalahkan jika masyarakat banyak yang memilih menggunakan jasa transportasi online.

Meski statusnya masih diperdebatkan, harus diakui, jasa transportasi online memberikan pelayanan yang jauh lebih baik ketimbang angkutan konvensional. Pengemudinya sopan, kendaraan bersih terawat.

Untuk jasa ojek motor online misalnya, disediakan helm yang bersih dan wangi, juga jas hujan. Sedangkan untuk taksi online, penumpang selain mendapatkan keramahan juga kenyamanan di dalam mobil yang sejuk dan disediakan makanan kecil serta minuman mineral kemasan.

Kita menginginkan angkutan konvensional mulai sekarang juga membenahi diri. Jangan ada lagi aksi kebut-kebutan kejar setoran yang membahayakan jiwa. Berikan pelayanan terbaik jika ingin tetap dicintai masyarakat. ^^