Saturday, 20 January 2018

Kepindahan Conte ke Chelsea Dinilai Tidak Masuk Akal

Selasa, 5 April 2016 — 15:22 WIB
Pelatih  Chelsea, Antonio Conte. (reuters)

Pelatih Chelsea, Antonio Conte. (reuters)

INGGRIS– Terpilihnya mantan pelatih Tim Nasional Italia, Antonio Conte, untuk menggantikan posisi Guus Hiddink sebagai manajer Chelsea tidak masuk akal, kata mantan penyerang Chelsea, Chris Sutton.

Hiddink menjabat manajer sementara The Blues—julukan Chelsea—setelah Jose Mourinho dipecat pada Desember lalu.

Conte, yang tersohor dengan reputasinya sebagai manajer yang disiplin dan tak ragu menghukum pemain, datang untuk menggantikan Hiddink dengan kontrak selama tiga tahun.

“Jika datang dan mulai mencambuki pemain, apakah mereka akan menanggapinya?” kata Sutton.

Di bawah kepemimpinan Mourinho, Chelsea memenangi Liga Primer musim lalu dengan keunggulan delapan poind dari rival terdekat. Chelsea juga mampu menjuarai Piala Liga.

Namun, pada musim ini, klub asal London itu kalah sembilan kali dari 16 pertandingan dan terdampar di peringkat 16 klasemen sementara.

Seusai Mourinho hengkang, Hiddink menuntun Eden Hazard dan kawan-kawan sehingga mereka tidak pernah kalah dalam 15 pertandingan.

“Chelsea punya peluang baik dengan mempertahankan Hiddink. Semua bekerja sama baik dengannya dan timnya telah menunjukkan perbaikan. Mendatangkan manajer yang sama seperti Mourinho dalam diri Conte tidak masuk akal bagi saya,” kata Sutton.

Kekhawatiran lain dengan keberadaan Conte adalah dia tidak bisa berbuat banyak tanpa pemain baru. Pasalnya, Chelsea kini berada di peringkat 10 Liga Primer dan amat mungkin tidak bisa berlaga di kompetisi Eropa musim depan.

“Siapa yang mau bermain untuk Chelsea? Bagaimana mereka bisa menarik pemain bagus? Jika Anda ingin bermain di Liga Champions, Anda perlu tim terbaik. Chelsea akan kesulitan mendapatkan pemain top,” ujar Sutton.

Namun, tidak semua sepakat dengan pandangan Sutton. Mantan pemain Chelsea, Andy Townsend dan Pat Nevin meyakini keputusan untuk mendatangkan Conte adalah keputusan tepat.

“Saya pikir Conte tidak jauh berbeda dengan Jose pada kemampuan terbaiknya,” kata Townsend.

Adapun Nevin menilai Conte sangat mampu beradaptasi.

“Chelsea menjalani periode transisi yang serius dan dia bakal mampu menanganinya,” kata Nevin.

Conte adalah mantan gelandang Juventus. Bersama klub asal Kota Turin itu dia telah bermain sebanyak 400 kali, memenangi lima gelar juara Serie A dan Liga Champions.

Pensiun sebagai pemain, Conte memilih karier sebagai pelatih. Setelah mengarsiteki Arezzo, Bari, Atalanta, dan Siena, Conte melatih Juventus pada 2011.

Sejak itu, Juventus tampil gemilang. Di bawah kepemimpinan Conte, Juventus menang 83 kali dan kalah tujuh kali selama 114 pertandingan.

Conte juga mengantarkan Juventus meraih gelar juara Serie A pada musim 2013-2014 dengan meraih 102 poin.(BBC)

  • Ayu Ting

    halo gan, ingin penghasilan lebih, coba bergabung bersama kami di D | R | A | G | O | N | 4 | D , raih kemenangan bersama kami :)