Sunday, 24 September 2017

Anggota DPRD Kabupaten Bogor Tes Urine

Kamis, 7 April 2016 — 18:00 WIB
Ketua DPRD serahkan hasil tes urinenya ke petugas BNK Bogor

Ketua DPRD serahkan hasil tes urinenya ke petugas BNK Bogor

BOGOR (Pos Kota) – Puluhan anggota DPRD Kabupaten Bogor jalani tes urine oleh petugas Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bogor. Sebanyak 50 anggota dewan, hingga Kamis sore (7/4/2016) hanya 13 anggota yang sudah menjalani tes urine.

Tes urine dilakukan secara mendadak sejak pk.08:00, tapi hingga pk.15:00 hanya belasan anggota dewan yang sudah menjalani tes urine. Sedangkan puluhan lainnya tidak diketahui batang hidungnya. Bahkan sejumah ruang kerja anggota dewan di Gedung DPRD Kabupaten Bogo terkunci rapat. “Mungkin wakil rakyat itu, ketakutan menjalani tes urine,” duga seorang wartawan.

Namun dugaan ini dibantah Sekretaris DPRD Kabupaten Bogor Nuradi yang menyebutkan, sebagian anggota dewan itu masih melakukan kunjungan kerja. “Tes urine tidak ada perkecualian, seluruh aggota dewan wajib menjalani tes urine. Itu permintaan Ketua DPRD Kabupaten Bogor,” katanya,.

Pihaknya sudah berkoordinasi dengan petugas BNNK, akan menungu anggota dewan yang belum menjalani tes urine sampai malam hari. “Kami yakin, malam hari seluruh anggota dewan sudah menjalani tes urine, sebab malam Jumaat, sudah diagendakan rapar paripurna,” tandasnya.

Kasubag Umum BNNK Bogor Gantara Lenggana mengakui pihaknya sudah diminta sekretaris dewan menunggu sampai seluruh anggota dewan menjalani tes urine. ”Kita berharap ke-50 anggota dewan dapat menjalani tes urine,” harapnya. Sedangkan 82 pegawai di Sekretariat DPRD sudah semuanya menjalnai tes urine.

Ketua DPRD Kabupaten Bogor Ade Ruhandi mengatakan, tes urine dilakukan mendadak. “Tes urin ini sudah disetjui dalam rapat Badan Musyawarah dan tak ada stau anggota dewan yang menolak. Itu membuktikan, jika anggota dewan tidak takut menjalani tes urine iin,” katanya.

Menurutnya, apabila ada anggota DPRD yang terbukti memakai narkoba, maka pimpinan dewan akan menyampaikan kepada partainya untuk diberikan sanksi, dan ditindak oleh Badan Kehormatan Dewan (BKD). “ Tapi saya yakin teman-teman anggota dewanr tidak ada yang menggunakan narkoba,” ucapnya. (iwan)