Tuesday, 20 November 2018

PDIP Tegas Prioritaskan Kader Internal di Pilgub DKI

Kamis, 7 April 2016 — 19:16 WIB
Pantas Nainggolan, Ketua Bidang Kehormatan Partai PDI Perjuangan DKI, Gembong Warsono, Ketua Bidang Politik PDI Perjuangan dan DKI dan Aming, Bendahara PDI Perjuangan DKI, saat mengumumkan pembukaan penjaringan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI, di Jakarta Selatan, Kamis (7/4).(guruh)

Pantas Nainggolan, Ketua Bidang Kehormatan Partai PDI Perjuangan DKI, Gembong Warsono, Ketua Bidang Politik PDI Perjuangan dan DKI dan Aming, Bendahara PDI Perjuangan DKI, saat mengumumkan pembukaan penjaringan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur DKI, di Jakarta Selatan, Kamis (7/4).(guruh)

JAKARTA (Pos Kota) – PDI Perjuangan bakal memprioritaskan calon internal untuk maju dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) DKI 2017. Proses penjaringan pun mulai dibuka partai berlambang banteng tersebut.

Menurut Gembong Warsono, Ketua Bidang Politik DPD PDI Perjuangan DKI Jakarta, penjaringan calon gubernur dan wakil gubernur terbuka untuk baik dari kader intrenal maupun ekternal. Namun, sebagai partai pemenang yang menguasai 28 kursi di DPRD DKI, pihaknya dikatakan Gembong memprioritaskan kader internal.

“Tentunya ada komposisi prioritas untuk internal karena kami partai pemenang di pemilihan legislatif. Dan kami tidak kehabisan kader terbaik. Untuk tokoh eksternal yang berminat silah mendaftarkan diri. Dan saya pastikan tidak ada mahar,” tukas Gembong di kantor DPD PDI Perjuangan DKI di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Kamis (7/4).

Lebih lanjut Gembong mengungkapkan waktu pendaftaran dibuka mulai 8 April 2016. Sedangkan penutupan pendaftaran penjaringan akan ditentukan dari instruksi DPP PDI Perjuangan.

Terkait kemungkinan calon petahana, Gubernur DKI, Basuki Tjahaja Purnama untuk ikut penjaringan partai pimpinan Megawati Soekarno Putri ini, Gembong mempersilahkannya. “Semua silahkan. Asalkan yang bersangkutan memenuhi mekanisme yang berlaku di partai ini,” ucapnya.

Adapun untuk dalam tahapannya para peserta penjaringan nantinya akan mengikuti beberapa tahapan. Seperti pemantapan, tes kesehatan dan rekam jejak diri. “Kami tidak mau setelah kami dukung calon tersebut tersandung masalah narkoba ataupun hukum,” tukasnya. (guruh/win)

  • Reza Tanjung

    pak ucil lemes lg daaah. wkwkwkwk

  • Roy Roy

    di thn 2016 ini kedepannya strategi rakyat indonesia berubah drastis… mereka anggap rugi besar punya pemimpin petugas partai seragam merah…. fakta!!! …sampai detik ini mulai dari damayanti sampe 5 kader fpdip dprd dki yg terlibat trima suap podomoro land adalah cerminan kader2 seragam merah, itu2 juga!!! …rakyat anggap usungan2 sempalan2 pdip hanya akan menimbulkan persoalan2 serius bagi pemerintahan pusat jokowi maupun pemda dki ahok…

    politik mengadu org baik dgn org baik didaerah lainnya adalah politik menghalangi menghancurkan perjalanan demokrasi menuju kesejahteraan rakyat merata, kegaduhan berkepanjangan!!! …politik bijaksana dan adil akan mempertahankan kebaikan2 yg sdh ada, bukannya politik jahat jegal menjegal…

    fakta!!! usungan banyak parpol tdk menjamin menang… jaminan menang itu dikala dukungan banyak rakyat dibuktikan dgn ktp + ttd formulir, ini real jaminan elektabilitas yg dimaksud… jgn disamakan dgn ktp abal2 yg dimiliki parpol yg blom tentu benar… skali lagi rugi besar rakyat bila punya pemimpin “petugas partai” ☺☺☺