Thursday, 17 August 2017

Pembangunan Perpustakaan di DPR Hamburkan Uang

Kamis, 7 April 2016 — 7:34 WIB

JAKARTA (Pos Kota) – Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran (FITRA) menilai rencana pembangunan perpustakaan terbesar se-Asia Tenggara di Kompleks Parlemen hanya akan menghamburkan uang. Budaya baca yang masih rendah menjadi alasan bagi Sekretaris Jenderal FITRA Yenny Sucipto untuk menyebut proyek tersebut mubazir.

“Rencana pembuatan perpustakaan DPR tidak menjadi prioritas, Karena sebenarnya DPR sudah memiliki perpustakaan, bahkan jarang dipakai,”jelas Yenny, kemarin.

Sementara itu menyangkut anggaran Rp 570 miliar, FITRA menilai dana tersebut tidak terdapat dalam alokasi APBN 2016, sehingga berpotensi rawan dijadikan bancakan oleh elit-elit tertentu.

“Yang ada hanya pembangunan gedung DPR sebesar Rp. 700 Miliar. Sayangnya diduga angka tersebut diubah-ubah sesuka hati oleh DPR untuk proyek yang berubah ubah perencanaannya,” ujarnya.

Terakhir ia mengatakan dana Rp. 570 miliar sebaiknya digunakan untuk membuat 1.000 perpustakanan di wilayah terdepan Indonesia. Sehingga anak-anak Indonesia tidak sulit mengakses perpustakaan.

“Batalkan proyek perpustakaan megah, Lebih baik membangun perpustakaan di daerah,” ucapnya.

TUNDA
Ketua MPR Zulkifli Hasan menilai, pembangunan perpustakaan tersebut positif, namun sebaiknya direalisasikan di saat yang tepat.

“Kan sekarang kita tahu, target penerimaan negara tidak tercapai. Ada kekurangan Rp 200 triliun lebih. Karena ada kekurangan (pemasukan sebaiknya) ditunda lah,” kata Zulkifli.

Ia mengatakan, meski anggaran pembangunan tersebut telah dianggarkan di dalam APBN, bukan berarti hal itu tak dapat ditunda. Sebab, ada kebutuhan masyarakat yang lebih mendesak untuk dipenuhi saat ini. “Misalnya pembangunan jalan untuk rakyat Maluku, pembangunan jalan untuk rakyat Sumatera. Lagi pula kan masih bisa 5-10 tahun lagi,” katanya. (rizal)