Saturday, 20 October 2018

Singa Dibius untuk Berfoto, TSI Membantah

Kamis, 7 April 2016 — 15:46 WIB
Singa Taman Safari Indonesia berfoto dengan pengunjung. (facebook)

Singa Taman Safari Indonesia berfoto dengan pengunjung. (facebook)

BOGOR (Pos Kota) – Taman Safari Indonesia (TSI) menjadi sorotan. Ini berawal dari beredarnya informasi anak singa yang dibius agar jinak saat diajak berfoto pengunjung. Pengelola membantah informasi itu.

Informasi pembiusan itu ramai dibicarkan di media sosial setelah sebuah video diunggah di facebook oleh akun Scorpion Wildlife Trade Monitoring Group, lembaga pemerhati isu perdagangan satwa, pada Selasa (5/4/2016).

“Singa yang sedang mengantuk dipaksa bangun untuk berfoto bersama pengunjung. Singa ini terlihat seperti dobius. Seperti inikah cara Taman Safari Indonesia mendapatkan uang? kejam,” demikian tulisan di bawah video berdurasi 57 detik tersebut.

Menanggapi hal itu, manajemen TSI membantah. Humas TSI Bogor, Yulius Suprihardo, mengatakan tidak pernah melakukan pembiusan apalagi memaksakan singa untuk melakukan hal di luar kemampuannya.

Menurutnya, singa mempunyai jam istirahat serta tidak terus ditugaskan untuk berfoto. “Anak singa memiliki jam tidur lebih dari 12 jam. Singa dalam video tidak dibius, melainkan dalam kondisi tidur,” kata Yulius.

Yulius menambahkan, singa di area baby zoo untuk berfoto adalah singa yang tidak diasuh oleh induknya. Singa dirawat oleh petugas di ruang perawatan.

Petugas mempunyai alat yang digunakan untuk menarik perhatian satwa tersebut sehingga menjadi penurut. “Kami manajemen TSI sangat menjunjung tinggi etik kesejahteraan hewan,” ujarnya. “Kami tak pernah membius satwa yang ada di Baby Zoo. Berita yang beredar itu tidak benar.” (yopi/yp)