Monday, 29 May 2017

Lidah Bengkak, Derita Saepulloh Tiada Tara

Jumat, 8 April 2016 — 0:47 WIB
Saepulloh, warga Desa Neglasari, Kecamatan Nyalindung Sukabumi membutuhkan bantuan biaya pengobatan karena menderita tumor di lidahnya.

Saepulloh, warga Desa Neglasari, Kecamatan Nyalindung Sukabumi membutuhkan bantuan biaya pengobatan karena menderita tumor di lidahnya.

SUKABUMI (Pos Kota) – Cobaan berat tengah menimpa Saepulloh. Betapa tidak, lidah Warga Kampung Cijurey RT 06 RW 03, Desa Neglasari, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat ini, menderita penyakit tumor. Penderitaan pria berumur 40 tahun ini kian bertambah seiring lidahnya semakin membengkak. Sudah dua bulan terakhir, Saepulloh kesulitan makan dan minum lantaran lidahnya hampir menutup mulutnya.

Suami dari Santi, 24, yang telah dikaruniai dua anak masing-masing, Melani, 6, dan Pitra, 2, ini hanya bisa pasrah. Tiap hari dia hanya berbaring di rumah sederhananya. Untuk sekadar makan, disuapin istrinya menggunakan sendok. Itupun hanya bisa menelan kue karena lumer sehingga cukup mudah ditelannya. Wajar saja, badannya kurus karena kekurangan asupan makanan.

“Paling bisa makan hanya kue. Jangankan makan, minum juga sulit. Apalagi sudah beberapa bulan ini tumornya terus membesar jadi lidahnya menutup mulutnya,” kata Santi saat ditemui awak media di rumahnya, Kamis (7/4).

Keluarga, kata Santi, sudah berusaha maksimal mengobati penyakit tumor yang menggerogoti lidah suaminya. Untuk biaya pengobatan suaminya, mulai ternak peliharaannya seperti kambing dan domba sudah ludes dijualnya. Termasuk harta lainnya seperti tanah kini sudah melayang terjual. Namun, semua ikhtiarnya hingga kini belum membuahkan hasil.

Keluarganya sudah membawa berobat Saepulloh ke RSUD R Syamsudin SH di Kota Sukabumi. Namun, karena penyakit yang diderita Saepulloh dianggap parah hanya dirujuk ke rumah sakit di Jakarta. Berbekal Kartu Jamkesmas, Saepulloh akhirnya dibawa ke Jakarta dan mendapatkan tindakan medis berupa Kemotherapi.

“Tapi setelah berobat di Jakarta juga, lidah suami saya bukan sembuh malah tambah membesar. Kami sudah ngga punya biaya lagi karena harta benda sudah habis untuk biaya pengobatan suami saya,” keluhnya.

Santi dan keluarganya kini hanya bisa pasrah dan berdoa agar suaminya mendapatkan uluran tangan untuk biaya pengobatan. Saat ini, jangankan untuk biaya pengobatan. Hanya untuk kebutuhan sehari-hari, seperti makan saja, keluarganya mengandalkan sumbangan dari saudara dan tetangganya.

“Mudah-mudahan pemerintah atau orang dermawan mau membantu suami saya. Untuk kebutuhan keluargapun saat ini kami mengandalkan penghasilan saudara saya yang bekerja sebagai satpam,” cetusnya.

Kepala Urusan Perencanaan Desa Neglasari, Endang Munajat menegaskan, pihak desa akan segera memfasilitasi agar Saepullah agar mendapatkan perawatan. (sule)

Terbaru

ayo
Senin, 29/05/2017 — 7:04 WIB
Geng Generasi Bingung!
Senin, 29/05/2017 — 6:58 WIB
Jaga Keselamatan Pemudik
Senin, 29/05/2017 — 6:44 WIB
TERORISME
Suasana Sidang Lanjutan e-KTP
Senin, 29/05/2017 — 6:39 WIB
Andi Narogong Jadi Saksi Sidang Korupsi e-KTP