Saturday, 25 November 2017

Ini Catatan Anggota DPR Soal Pelaksanaan Haji Nanti

Senin, 11 April 2016 — 21:35 WIB

JAKARTA (Pos Kota) – Sejumlah anggota Komisi VIII DPR baru pulang dari Arab Saudi setelah meninjau persiapan haji tahun ini. Ada sejumlah catatan dari hasil peninjauan tersebut.

Ketua Komisi VIII DPR Saleh Partaonan Daulay, di Jakarta, Senin (11/4) mengatakan, DPR meminta pemerintah bersungguh-sungguh meningkatkan standar pelayanan kesehatan bagi jamaah haji Indonesia. “Hal ini sejalan dengan program pemerintah yang memprioritaskan pemberangkatan jamaah lansia (lanjut usia), dan mereka tentu lebih beresiko terhadap berbagai penyakit,” teranf Saleh.

Ia menambahkan dalam kunjungan kerja minggu lalu, kami meninjau BPHI (Balai Pengobatan Haji Indonesia). Terus terang tidak ada yang baru. Fasilitasnya tidak jauh beda dari tahun lalu. Sementara, fasilitas tahun lalu itu saja masih jauh dari memuaskan,” terang Saleh yang berasal dari Fraksi PAN.

Ia mengatakan semestinya, BPIH sudah mengarah pada standar internasional. Itu merupakan salah satu aspek yang dituntut dan dipersyaratkan oleh pemerintah Saudi. Sayangnya, BPHI kita di Saudi masih jauh dari standar itu. “Balai pengobatan dan kesehatan mestinya mengikuti standar Joint Commission Internasional (JCI). Itu menyangkut fasilitas, tenaga medis, kebersihan, dan termasuk desain ruangan perawatan. Jujur saja, BPHI kita di Saudi masih jauh dari standar itu”.

Dalam konteks itu, lanjut dia, kementerian kesehatan diminta melengkapi sarana prasarana BPHI di tanah suci, termasuk penyediaan mobil-mobil ambulans yang siaga 24 jam pada musim haji. Ini penting terutama menghadapi musim haji yang diperkirakan jauh lebih panas dari tahun lalu.

“Tahun lalu, ada beberapa mobil ambulans yang tidak bisa beroperasi. Tahun ini, semua mobil itu mestinya sudah diperbaiki. Bahkan kalau perlu harus ditambah sesuai dengan rasio jumlah jamaah haji Indonesia yang lansia dan risti.”(Johara)