Tuesday, 20 November 2018

Diperiksa Kasus Lahan Sumber Waras, Ahok Dihujani 50 Pertanyaan

Selasa, 12 April 2016 — 22:03 WIB
Sesudah diperiksa selama 12 jam, Ahok keluar dari gedung KPK. (julian)

Sesudah diperiksa selama 12 jam, Ahok keluar dari gedung KPK. (julian)

JAKARTA (Pos Kota) – Gubernur DKI Basuki Tjahaja Purnama menjelaskan panjang lebar soal pembelian lahan RS Sumber Waras pada penyidik KPK, Selasa (12/4/2016). Ia menegaskan hal itu tak ada kaitannya dengan Presiden Jokowi.

Ahok menjalani 12 jam pemeriksaan. Datang sekitar pukul 09:15, ia baru keluar sekitar pukul 21:30. Dicegat wartawan sesaat setelah keluar gedung KPK, Ahok mengaku menerima banyak pertanyaan.

“Ngecek yang ulang-ulang. Pokoknya semua ada pertanyaan total 50, macam-macam,” ujarnya.

Menjawab pertanyaan wartawan tentang sengketa lahan, Ahok mengatakan lahan yang dimaksud bukan sengketa melainkanjual beli.
Mengenai penetapan nilai jual objek pajak (NJOP) yang ditentukan kepala daerah, dalam hal ini Jokowi saat menjadi Gubernur DKI, Ahok mengatakan tak ada kaitannya.

“Nggak perlu (BPK meminta keterangan Jokowi). Nggak perlu itu, nggak ada hubungannya,” ujarnya. “Penjelasannya ya itu, kan cuma dihitung dari tim tekbis, kami hanya tanda tangan penetapan. Jadi tak ada hubungan.”

Ahok diperiksa penyidik dalam kaitan dugaan korupsi pembelian lahan RS Sumber Waras. Pemprov DKI berencana mendirikan rumah sakit kanker untuk warga ibukota di lahan itu.

Dugaan korupsi pada pembelian lahan RS Sumber Waras menyebabkan kerugian keuangan daerah hingga Rp191 miliar. Laporan hasil pemeriksaan BPK menilai Pemprov DKI melakukan kesalahan dalam menentukan harga nilai jual beli objek pajak (NJOP). Akibatnya, dana yang dibayarkan untuk pembelian lahan membengkak.

Angka itu menjadi besar karena Pemprov DKI menggunakan NJOP Jalan Kyai Tapa senilai Rp20 juta per meter. Namun BPK menilai seharusnya NJOP lahan itu mengacu pada Jalan Tomang Utara yang nilainya hanya Rp7 juta semeter. (julian/yp)