Sunday, 23 September 2018

Tersandung Hukum

Pembangunan Islamic Center Kabupaten Bekasi Mangkrak 5 Tahun

Selasa, 12 April 2016 — 14:13 WIB
Neneng Hasanah Yasin, calon petahana Bupati Kabupaten Bekasi.

Neneng Hasanah Yasin, calon petahana Bupati Kabupaten Bekasi.

BEKASI (Pos Kota) -Pembangunan gedung Islamic Center Kabupaten Bekasi mangkraj selama lima tahun. Kondisinya tak terurus dan mengalamu rusak parah yang berada di Desa Srimahi, Kecamatan Tambun Utara.

Pembangunan Gedung Islamic Centre dihentikan oleh pemerintah daerah karena saat itu sedang dalam penyelidikan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat. Pihak kejati menduga ada tindakan korupsi dari pembangunan gedung tersebut.

Kepala Kejaksaan Negeri Cikarang Bekasi, Risman Tarihon mengatakan kasus hukum korupsi pembangunan islamic center berada di kejaksaan tinggi Jawa Barat, sehingga jika ingin melanjutkan pembangunannya harus menunggu ketetapan hukumnya.

Menurut Risman, dalam proses penyelidikan dan penyidikan, Kejati Jawa Barat menetapkan dua orang tersangka kasus dugaan korupsi pembangunan gedung Islamic Center.

“Prosesnya berada di Kejati, pihaknya tidak mengetahui sampai sejauh mana prosesnya,” ujarnya.

Dia mengimbau pemerintah daerah menunggu proses hukum kasus korupsi Islamic Center sebelum melanjutkan pembangunan gedung tersebut.

Meski sudah ada terpidana dalam kasus tersebut, namun tidak serta merta pembangunan Gedung Islamic Centre dilanjutkan. Sebaliknya, di masa pemerintahan daerah saat ini, pembangunan gedung tersebut belum juga ada kepastian kapan akan dilanjutkan.

Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin, mengaku sudah memiliki rencana untuk melanjutkan kembali pembangunan Gedung Islamic Centre. Namun keinginannya, kata dia, harus dilengkapi dengan berita acara dari Kejati Jawa Barat.

“Memang kita sedang memikirkan mau diapaain ini gedung (Islamic Center) setelah mendapatkan berita acara dari kejati, meski memang sudah ada ketetapan hukum dari kejati tapi tetap aja kalau mau ngebangun harus ada berita acara dari kejati,” ungkapnya.

Dijelaskan Neneng, pada 2013 lalu pihaknya pernah menanyakan soal kelanjutan pembangunan Gedung Islamic Centre ke kepala Kejaksaan Negeri Cikarang saat itu. Namun ia diminta untuk tidak melanjutkan pembangunan sebelum ada kejelasan audit dari BPKP.

“Memang kita juga harus mendapat restu dulu dari mereka (kejati) sebelum adanya pembangunan kembali, yang sebelumnya dilakukan kajian terlebih dahulu,” katanya.

Neneng belum mengetahui pasti kapan pembangunan Gedung Islamic Centre akan dilanjutkan kembali. Dan, kalaupun dilanjutkan, kata dia, nantinya tidak akan ada double anggaran karena pembangunan sifatnya hanya melanjutkan yang belum selesai.

“Mana saja bangunan yang masih bisa dipakai untuk bisa dilanjutkan kembali,”pungkasnya.

(lina/sir)