Sunday, 15 September 2019

Tidak Turunkan Tarif, Metro Mini Ditilang

Selasa, 12 April 2016 — 20:24 WIB
Kepala Terminal Blok M, Mulya merazia angkutan umum terkait penurunan tarif sesuai Pergub DKI Jakarta No 79 tahun 2016, Selasa (12/4). (Rachmi)

Kepala Terminal Blok M, Mulya merazia angkutan umum terkait penurunan tarif sesuai Pergub DKI Jakarta No 79 tahun 2016, Selasa (12/4). (Rachmi)

KEBAYORAN BARU (Pos Kota) – Peraturan Gubernur (Pergub) DKI Jakarta No 79 tahun 2016 tentang penurunan tarif angkutan umum ibarat macan ompong. Mayoritas awak bus tak mengubris dan berdalih belum ada sosialisasi. Penumpang minta aparat gencarkan razia angkutan umum yang membandel.

“Apa salah saya sehingga ditilang? Kenapa petugas tidak memasang lembaran aturan tarif baru?”, kata Samidi, kenek Metro Mini S69 jurusan Ciledug-Blok M yang ditilang di Terminal Blok M karena masih mematok ongkos Rp4.000 ke penumpang, Selasa (12/4).

Sejumlah sopir bus sedang lainnya berdalih tarif turun, tapi setoran per hari ke pemilik bus tetap. Kondisi ini dinilai sangat memberatkan sehingga mereka terpaksa menggunakan tarif lama.

“Setoran saya per hari Rp300.000 belum termasuk solar, bayar kenek dan uang untuk ke rumah. Sementara sewa (penumpang) semakin sepi akibat beralih ke angkutan berbasis online,” kata Efendi, sopir bus Metro Mini S74 jurusan Blok M-Rempoa.

Padahal sesuai Pergub DKI Jakarta No 79 tahun 2016 yang mulai berlaku 7 April lalu menetapkan ongkos tarif bus sedang dari Rp3.800 per penumpang turun menjadi Rp3.500.

“Aturan yang diteken Ahok ternyata dicuekin, para sopir angkutan umum nyatanya masih menarik ongkos Rp4.000 per penumpang untuk bus sedang,” kata Sulistiyanti, warga Ulujami yang turun di Terminal Blok M.

Ibu tiga anak ini sempat adu mulut dengan kenek bus Metro Mini S69 karena ia hanya menerima kembalian Rp1.000 dari seharusnya Rp1.500. Kenek berdalih tidak ada recehan Rp500 untuk kembalian ke penumpang.

Kepala Terminal Blok M, Mulya menjelaskan pihaknya pada 8 April memberi sosialisasi kepada awak angkutan umum melalui pengeras suara dan menempel lembar tarif baru sesuai Pergub No 79/2016 di setiap bus. Hanya saja lembaran tersebut langsung dicopot oleh awak bus.

“Merespon keluhan para penumpang, razia penurunan tarif akan digeber sehingga seluruhnya mengikuti aturan gubernur,” ungkap Mulya yang menggandeng UPT Terminal Dishubtrans DKI.

Dalam razia yang didukung penumpang, petugas menilang 30 bus sedang yang sebagian besar Metro Mini, karena masih beroperasional dengan tarif lama. (Rachmi)