Saturday, 20 October 2018

Jakarta Tak Akan Lagi Punya Arena Pacuan Kuda

Rabu, 13 April 2016 — 22:26 WIB
Ketua Umum Pengurus Pusat Pordasi DKI Jakarta, Alex Asmasoebrata, saat menunjukan desain perombakan arena pacuan kuda. (Ifand)

Ketua Umum Pengurus Pusat Pordasi DKI Jakarta, Alex Asmasoebrata, saat menunjukan desain perombakan arena pacuan kuda. (Ifand)

JAKARTA (Pos Kota) – Rencana perombakan arena pacuan kuda, Pulomas, Jakarta Timur, ditentang Persatuan Olahraga Berkuda Seluruh Indonesia (Pordasi) DKI Jakarta. Hal ini terjadi karena PT Pulomas Jaya akan merubah lokasi tersebut menjadi area equestrian (lompat kuda), untuk Asean Games 2018 Jakarta-Palembang.

Ketua Umum Pengurus Pusat Pordasi DKI Jakarta, Alex Asmasoebrata, mengatakan rencana penggusuran ini muncul dalam desain pengembangan equestrian yang dilakukan PT Pulomas Jaya. “Kalau memang masih tetap diteruskan, PT Pulomas Jaya melanggar aturan Asian Equestrian Federation (AEF),” katanya, Rabu (13/4/2016).

Menurutnya, selama ini pihak terkait sama sekali tidak dilibatkan dalam membuat desain. Padahal, aturan menurutnya mengharuskan desain equestrian melibatkan AEF dan Federation Equestrian Intertantional (FEI). “Yang ada nanti malah kejuaraan pacuan kuda malah ditiadakan karena kesalahan pembuatan arena,” ujar Alex.

Alex menyebut, dalam desain yang dikeluarkan PT Pulomas, arena pacuan kuda dilakukan pengurangan jalur. Padahal, pembangunan arena lompat kuda sebenarnya bisa dilakukan tanpa harus mengorbankan hal tersebut. “Arena pacuan kuda itu sudah 45 tahun ada disini sejak zaman Pak Ali Sadikin. Ini tahu-tahu mau digusur,” ungkapnya.

Ditambahkan Alex, akibat dibongkarnya arena pacuan kuda nantinya akan berimbas terhadap cabang olahraga ini. Selain itu, ;oki yang mengurus kuda bisa kehilangan pekerjaan, karena tidak ada lagi pacuan kuda. “Mau siapkan di mana lagi, sedangkan pacuan kuda butuh lahan 32 hektar, mau cari di mana,” ujar Alex. (ifand/m11)