Monday, 22 October 2018

Main Suap-suapan, Yuk!

Rabu, 13 April 2016 — 5:06 WIB

“PERNAH menerima suap, Pak?”

“Pernah. ketika masih kecil, sering disuapi oleh ibu saya.”

“ Maksud saya…”

“ O, sekarang ini? Ya, kalau istri saya lagi inget masa lalu, waktu masih muda, waktu penganten baru, ya saya main suap-suapan. Biasa, mengenang masa lalu, gitu!”

“ Maksud saya…”

“ Maksud Bapak, saya dan istri saya nyuapin orang, gitu? Ya, nggak lah. Paling juga nyuapi anak cucu!” ujar Bang Jalil, lalu menutup HP-nya.

“ Siapa yang telepon Pak?” tanya sang istri. Bang Jalil masih belum menjawab.

Tiba-tiba istrinya nebak,” O, paling dari istana,ya?”
Bang Jalil diam. Soal suap-suapan, memang lagi tren. Kalau bahasa dunia mayanya itu: ’ lagi trending topik!’

Bayangkan saja, Bupati dan istrinya, masih mesra-mesraan. Main suap-suapan. Tapi, sayang yang disuap itu jaksa. Akhirnya jadi perkara, deh!

Masih ingat, suami yang gubernur dan istrinya yang setia? Setia sama-sama masuk bui, karena main suap-suapan. Keduanya terbukti korupsi, yang juga membawa pengacara kawakan ikutan masuk sel?

“ Sebenarnya sudah banyak contoh, ya Pak, kok mereka masih nggak kapok-kapok, sih?” ujar istri Bang Jalil sambil menyediakan kopi dan nasi uduk pagi itu.

“ Udah ibu nggak usah ikut-ikutan komentar. Ayo Bapak suapin nasi uduknya!” kat Bang Jalil.

“ Bapak dulu suapin Ibu…” kata sang istri manja.

Bang Jalil terpaksa deh nyuapin sang istri. “ Ati-ati Pak. Nanti ada KPK, kita bisa ditangkap!” -massoes