Monday, 01 May 2017

YPOK Sukses Gelar Gashuku Karateka Se-DKI 2016

Rabu, 13 April 2016 — 18:42 WIB
Pembina dojo YPOK dan Dewan Guru Inkai saat Gashuku Karate Se-DKI 2016, di Villa Ratu Cikreteg, Bogor, pada 9 - 10 April 2016. (ist)

Pembina dojo YPOK dan Dewan Guru Inkai saat Gashuku Karate Se-DKI 2016, di Villa Ratu Cikreteg, Bogor, pada 9 - 10 April 2016. (ist)

JAKARTA  (Pos Kota) – Yayasan Pendidikan Olahraga Karate (YPOK) Jakarta sukses menggelar Gashuku Karate Se-DKI 2016, di Villa Ratu Cikreteg, Bogor, pada 9 – 10 April 2016. Acara ini diikui 300 karateka Dojo YPOK.

Gashuku merupakan latihan bersama yang melibatkan seluruh karateka Dojo dibawah naungan YPOK, yang jumlahnya sekitar 300-an karateka, dari usia SD, SMP dan SMU se-Jakarta, 25 pelatih/Senpai, anggota Majelis Sabuk Hitam Sensei Yuskar Kahar (DAN V) dan dari Dewan Guru Inkai,  yakni Sensei Christin Taroreh (DAN VII).

“Kegiatan gashuku kali ini membawa tema dengan berkarate kita bentuk generasi muda Indonesia yang sehat, berani, beriman, berkarakter serta bebas narkoba”, kata Bahar Buasan, ST, MSM salah satu anggota DPD RI saat memberikan sambutan sekaligus sebagai Inspektur Upacara pembukaan acara tersebut.

Menu latihan gashuku ini meliputi tiga sesi latihan yakni Kihon, Kata dan Kumite. Seluruh karateka mengikuti latihan dengan penuh semangat dan kegembiraan. Sedangkan pada malam hari diberikan penyuluhan tentang bagaimana mencegah, menanggulangi hingga menghindari bahaya narkoba dan kenakalan remaja.

Menumbuhkan Kemandirian

Ceramah narkoba dan kenakalan remaja diberikan oleh Ketua Panitia Gashuku YPOK 2016 Letkol Laut (K) Sutanto, SKM, M.AP, M.Sc. dari Lemhannas RI.

 

Sebanyak 300 karateka ikuti Gashuku Karate Se-DKI 2016, di Villa Ratu Cikreteg, Bogor, pada 9 - 10 April 2016. (ist)

Menurut salah satu orang tua peserta, Junaedi, kegiatan ini sangat baik untuk menumbuhkan kemandirian anak dan mengatasi ego orang tua dalam melepas anak di bawah kendali para pelatih-pelatih.

“Kemudian, yang terpenting adalah terjalinnya hubungan silaturahmi baru antar orang tua karateka, antar karateka dengan karateka, serta orang tua dengan karateka maupun para pelatih,” ujar Junaedi.

Gashuku kali ini dipimpin oleh anggota Dewan Guru Inkai yaitu Sensei Christine Taroreh, yang juga merupakan mantan atlet nasional yang sudah malang melintang mengharumkan nama Indonesia di dunia internasional beberapa tahun yang lalu.

Sebanyak 300 karateka ikuti Gashuku Karate Se-DKI 2016, di Villa Ratu Cikreteg, Bogor, pada 9 - 10 April 2016. (ist)

Para peserta karateka pun nampak sangat gembira melaksanakan gashuku ini. Saat diwawancarai, beberapa siswa SDN Bendungan Hilir 12 Jakarta Pusat, Aliza, Aina, Salfa, Emir, Andra, Arie, Meysa, Safina, azmar, Slamet, Febby Oliv, Keysa, Fanessa, Brian, Haris dan Dino pun merasakan hal yang sama dengan ratusan peserta lainnya.

Tak Hambat Prestasi Sekolah

Pembina YPOK Idris Olii, mengharapkan setelah mengikuti Gashuku selain bertambah kemampuan berkarate, karateka juga bertambah jiwa korsa antara karateka dan berprestasi.

“Karate bukan penghambat prestasi sekolah, justru dengan berolahraga karate akan terbentuk jiwa dan badan yang sehat, sehingga meningkatkan prestasi belajar di sekolah”, ujarnya. (win)