Tuesday, 13 November 2018

Diolok-olok Pelawak, Kanselir Jemar Izinkan Jaksa Lakukan Tuntutan

Jumat, 15 April 2016 — 23:03 WIB
Pelawak Jan Boehmermann (reuters)

Pelawak Jan Boehmermann (reuters)

JERMAN – Kanselir Jerman, Angela Merkel, telah mengijinkan jaksa untuk menuntut seorang komedian Jerman yang membacakan puisi kasar tentang Presiden Turki, Tayyip Erdogan. Kebijakan kanselir tersebut mendapat kritik karena dianggap gagal menegakkan kebebasan berpendapat.

Presiden Erdogan telah meminta Jerman melakukan tindakan hukum terhadap Jan Boehmermann setelah komedian tersebut mengolok-olok Erdogan di satu acara televisi publik, ZDF, pada 31 Maret. Di acara tersebut Boehmermann mengolok-olok Erdogan yang menggoda para wanita, menonton pornografi anak dan melakukan hubungan seksual dengan binatang.

Undang-undang Jerman melarang warga negaranya menghina pemimpin negara asing namun keputusan untuk melakukan tindakan hukum tergantung kepada pihak berwenang.

Dalam pernyataannya, Kanselir Jerman mengatakan keputusan untuk melakukan tuntutan hukum adalah untuk menghargai kasusnya, bukan sebagai vonis hukuman.

Namun Merkel mendapat kritik keras dari fraksi koalisinya. Ketua Partai Sosial Demokratik Jerman (SPD), Thomas Oppermann, mengatakan, “Menurut saya, kebijakan ini keliru. Penindakan hukum atas satir yang dianggap menghina pemimpin negara lain tidak sesuai dengan demokrasi modern.”

Sedangkan pemimpin fraksi oposisi Greens, mengatakan Merkel harus menerima dianggap sebagai pemimpin yang lebih mementingkan Turki daripada kebebasan pers di negaranya.(daus)