Monday, 23 October 2017

Khilafnya Kakek Guru, Murid Berulangkali Digauli

Sabtu, 16 April 2016 — 6:22 WIB

INI lagi oknum guru ngaji yang lupa diri. Usia sudah kepala enam, abah Tarmidi, 65, masih demen daun muda. Seorang santriwatinya, Maisaroh, 16, digauli berulangkali sejak setahun lalu. Tak tahan perbuatan cabul sang ustadz, Maisaroh mengadu ke keluarga dan Tarmidi ditangkap polis. Katanya di depan petugas, saat itu sedang khilaf.

Manusia memang tak bisa lepas dari kekhilafan. Tapi jika khilaf kok sampai berkali-kali, apa itu bisa disebut khilaf yang sebenarnya? Jangan-jangan itu bukan kekhilafaan, tapi sudah ketagihan. Contohnya abah Tarmidi dari Kecamatan Pancateungah Tasikmalaya ini, menggauli seorang santrinya kok bisa berkali-kali. Khilaf dari Hongkong?

Orang biasa dengan ustadz, kadar godaannya pasti berbeda. Setan yang ditugaskan untuk menggoda mereka pasti beda. Untuk manusia biasa, setan yang dikirim paling-paling yang baru lulus SMA, atau kuliah baru beberapa semester. Tapi untuk menggoda ustadz, setan yang dikirim sudah lulusan luar negeri. Sebab ilmu goda manusianya pasti lebih tinggi, sehingga ustadz pun bisa dikalahkan.

Sebagai ustadz, Abah Tarmudi tahu bahwa mencabuli santrinya itu termasuk dosa (zina). Tapi setan lihai sekali, wong sudah doctor sih, sehingga abah Tarmidi pun atas petunjuk setan bikin “ijtihad” (terobosan hukum agama) sendiri bahwa sepanjang yang dicabuli rela, itu tidak dosa. Bukankah menyenangkan orang itu sebuah kebaikan?

Gara-gara aturan seenak sendiri tersebut Maisaroh sejak setahun lalu jadi ajang pelampiasan Abah Tarmidi. Jika rumah sepi, gadis ABG itu diminta tidur di rumahnya. Nanti tengah malam dibangunkan, diajak berhubungan intim bak suami istri. Selesai melampiaskan hajat, Maisaroh diberinya uang dari Rp 5.000,- hingga Rp 50.000,- Jadi nilainya naik terus, tidak turun naik seperti harga BBM di Indonesia.

Meski diberi uang, Maesaroh capek juga, terutama takut hamil. Maka beberapa hari lalu nekad melapor pada orangtuanya, meski sudah diwanti-wanti siabah. Tentu saja enyak-babe kaget mendengar pengakuan itu, sehingga abah Tarmidi lalu dilaporkan ke polisi. Saat ditangkap si Abah mengakui terus terang, “Tapi saya kala itu sedang khilaf.”

Khilaf atau ketagihan, wong langganan? (JPNN/Gunarso TS)