Monday, 24 April 2017

Wagub Djarot Menilai PPSU Bisa Matikan Budaya Gotong Royong

Minggu, 17 April 2016 — 1:00 WIB
Lurah Sukapura memimpin langsung aksi kerjabakti massal bersama PPSU. (wandi)

Lurah Sukapura memimpin langsung aksi kerjabakti massal bersama PPSU. (wandi)

JAKARTA (Pos Kota) – Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat menilai keberadaan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) mematikan budaya gotong royong, dalam hal ini kerja bakti yang biasa rutin dilakukan warga setiap minggunya.

“Budaya gotong royong jangan sampai hilang. PPSU itu bisa mematikan gotong royong lho. Budaya kerja bakti jangan sampai hilang,” kata Djarot, Sabtu (16/4).

Dengan adanya petugas PPSU, lanjutnya, warga Jakarta cenderung jadi manja dan tergantung dengan mereka. Warga jadi malas melakukan kerja bakti, karena semua pekerjaan membersihan lingkungan dapat dilakukan oleh PPSU.

“Warga menemukan ketidakberesan, apa-apa langsung lapor. Kemudian lurahnya yang kena dan gaji dipotong. Kan kasihan kalau begitu. Kalau masalah lokal itu diselesaikan sendiri bisa toh,” ujarnya.

Padahal, ungkap mantan Wali Kota Blitar ini, keberadaan PPSU hanya untuk membantu warga menangani perawatan prasarana dan sarana umum di lingkungan mereka serta kebersihan. Bukannya, malah dikerjakan semuanya oleh PPSU, sedangkan warga tenang-tenang saja.

“Sifatnya PPSU itu membantu. Jangan semua diserahkan kepada PPSU. Tetapi warga bergotong royong bersama PPSU. Seperti kerja bakti yang diadakan setiap hari Minggu di lingkungan. Warga harus turun tangan, tidak mengandalkan PPSU. Ini malah ada PPSU, warga hanya nontonin aja, duduk-duduk sambil merokok. Jangan kayak begitu lah,” jelasnya.

Seperti diketahui, Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama telah mempekerjakan 33.099 PPSU pada Agustus 2015 lalu. Mereka ditugasi secara khusus untuk mewujudkan Kota Jakarta yang modern dan tertata rapi. PPSU ditempatkan di tiap kelurahan di Jakarta.

Ahok menugaskan PPSU untuk mewujudkan Jakarta bersih dan tidak ada puntung rokok yang berserakan. Mereka juga bertugas menimalisir genangan ketika hujan turun. PPSU ini memperoleh gaji sebesar upah minimum provinsi, yaitu Rp 3,1 juta per bulan. Mereka juga mendapat fasilitas Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dan Ketenagakerjaan.(guruh)

  • pintar

    jangan jadi bodoh gara2 pilgub deh… Djarot.
    Kalau semangat gotong royong itu “berfungsi” di Jakarta, kenapa kebanyakan pada jorok, berantakan dan kumuh ?

  • Mangap

    Mau tanya dimana yang rutin kerja bakti setiap minggu ? coba tunjukkan.
    menurut saya kerja bakti di jakarta sudah jarang dan langka.
    dan saat ini masalah jakarta masih terlalu banyak yang harus dibereskan. dengan PPSU saja masih belum beres, apalagi tanpa PPSU

  • Remason Gts

    Sprt benar ya jarot bilang bgtu., tp betapa oon dia klu menilai sesuatu dari 1 sisi.
    Budaya gotong royong msh bnyk yg lain sprt perayaan hut RI dan semacamnya.
    Sebelum ada PPSU apa prnh masyarakat membersihkan got yg penuh sampah dan endapan?
    Sedih aja sekelas wagub jarot msh promitif polah pikirnya apalagi nanti klu jarot jadi gubernur.
    Semoga jakata tdk sprt wkt lalu kali sungai got penuh sampah dan banjir.

    • anak Jakarta

      PPSU itu bukan sekedar tukang bersihin got tapi yang lebih penting lagi KTP nya diminta untuk dukung Ahok, kalau ada 33.000 anggota PPSU plus istrinya kan sudah 66.000 KTP minimal belum lagi petugas liar lain yang dimanfaatkan ahok saat ini . anggota PPSU sendiri banyak myang ga tau kalau KTP nya dimanfaatkan oleh teman ahok.

      • Michael Baskoro

        ya biarin aja PPSU itu yg enak jg warga DKI yg udah bayar pajak, emang ente mau bersihin got dan kali nyebur bau taek.., mikir dong
        PPSU dibayar dari uang rakyat, gpp kerja PPSU jg buat rakyat, masalah dia mau kasih ktp ke ahok gak ngaruh kok mau jadi gubernur lagi apa gak.. cuma 60 ribu warga dki kan jutaan ..

  • Lengket lengket

    Ambil positif nya, jakarta jadi bersih dan ktp2 mereka “mungkin” bisa dipake buat koleksi

  • tongseng

    Semakin banyak komentar Jarot yang diam2 menusuk dari belakang Ahok. Sudah bagus ada PPSU yg sigap masih saja dicela, sungguh menyedihkan.