Thursday, 23 November 2017

15 Lokasi Pedagang Kaki-5 Diusulkan Jadi Binaan Sudin KUMKMP

Senin, 18 April 2016 — 22:17 WIB
Ilustrasi PKL.

Ilustrasi PKL.

KEBAYORAN BARU (Pos Kota) – Sebanyak 15 lokasi pedagang kaki-5 diusulkan camat dan lurah untuk menjadi lokasi pedagang binaan Suku Dinas KUMKMP Jakarta Selatan.

Dari 14 Lokasi Sementara (Loksem) dan 3 Lokasi Binaan (Lokbin) di Jaksel menggaet retribusi Rp225,9 juta per bulan melalui program Jackcard.

“Sesuai instruksi Gubernur DKI Jakarta yang membolehkan pedagang berjualan di fasilitas umum seperti taman tapi harus tetap menjaga kebersihan dan keindahan lingkungan,” kata Kepala Sudin KUMKMP Jaksel, Syamsul Rizal, Senin (18/4).

Menurutnya, hingga April 2016 Sudin KUMKMP menampung 15 usulan dari camat dan lurah agar para pedagang kaki-5 yang sebelumnya sudah ditata oleh lurah setempat dapat terdaftar dalam program Jackcard yang dikelola SKPD tersebut.

Dari 15 lokasi yang diusulkan itu antara lain pedagang di Jln Halimun, Kelurahan Guntur dan di kawasan Denpasar, Setiabudi.

Hanya saja diakui Syamsul Rizal, untuk bisa diterima dalam Jackcard harus memenuhi berbagai persyaratan yang ditentukan di tingkat Pemko setelah hasil survei oleh tim gabungan. Yakni keberadaan kios pedagang tidak mengganggu kenyamanan ataupun akses pejalan kaki, wajib menjaga kebersihan dan keindahan kawasan serta menertibkan parkir liar.

“Syarat utama pedagang harus memiliki nomor rekening di Bank DKI karena retribusi akan terautodebet melalui Jackcard,” jelasnya.

Jika tim tidak menyetujui pedagang untuk dibina, lokasi akan ditertibkan dan dikembalikan ke fungsi semula seperti taman ataupun trotoar.

Dari 14 loksem dihuni 1.131 pedagang binaan yang membayar retribusi Rp3.000/hari. Sedangkan 654 pedagang di lokbin dikenakan retribusi Rp4.000/hari. Masing-masing pedagang di loksem dan lokbin membayar administrasi Rp7.500 per bulan. (Rachmi/win)