Thursday, 23 November 2017

Cegah Pembajakan, Syahbandar Tarakan Stop Izin Pelayaran ke Filipina

Senin, 18 April 2016 — 8:36 WIB
Kapal Brahma 12 (sumber: facebook)

Kapal Brahma 12 (sumber: facebook)

JAKARTA (Pos Kota) – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (SKOP) Tarakan menyetop sementara pemberian izin pelayaran bagi kapal-kapal yang membawa batubara ke Filipina.

“Sudah dua kali kejadian pembajakan dan penculikan kapal-kapal Indonesia di daerah Filipina dan Tawau (Malaysia), untuk itu kami menghentikan dahulu sementara ijin pelayaran ke Filipina guna mencegah korban jiwa dan untuk alasan keselamatan,” ujar Komandan Patroli KSOP Tarakan, Saharuddin.

Penghentian pemberian ijin tersebut katanya, berdasarkan instruksi langsung dari Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementrian Perhubungan Capt. Karolus Sangaji.

Syahbandar sudah mengimbau kepada para pemilik kapal yang akan berlayar ke rute Filipina dan pihak pelayaran mau mengerti.

Sedangkan penghentian sementara pemberian ijin berlayar ini belum diketahui hingga kapan batas waktunya. “Kita menunggu informasi dari kementrian perhubungan khususnya direktorat KPLP,” terang Saharuddin.

Untuk Tarakan, ada empat perusahaan pelayaran yang melayani rute Filipina yakni PT. Global Trans Energi, PT. Kartika Samudra Wijaya, PT. Mitra Bahtera Segara Sejati, dan PT Arpeni.
(dwi/sir)