Sunday, 23 September 2018

Menggali Potensi Wisata Pasar Tradisional

Senin, 18 April 2016 — 5:24 WIB

JIKA ingin menilai sebuah kota, datangilah pasar tradisionalnya. Begitu kata orang yang gemar melancong alias berwisata. Bila pasar tradisional terlihat semrawut, kotor, bahkan becek, bisa jadi itu merupakan cerminan kota tersebut.

Bagaimana dengan kondisi pasar tradisional di Jakarta. Dari 153 unit pasar tradisional yang ada di Ibukota, sebagian kondisinya masih memprihatinkan, kumuh dan belum tertata dengan baik.

Padahal, pasar tradisional amat besar perannya buat sebuah kota. Tak cuma sebagai sentra ekonomi masyarakat menengah ke bawah, pasar tradisional sebenarnya punya fungsi lebih, antara lain sebagai kawasan wisata. Potensi inilah yang belum tergali dengan baik di Jakarta.

Terkait itu, kita menyambut baik rencana Pemprov DKI yang akan mendorong 10 pasar tradisional untuk mengoptimalkan pelayanannya. Nantinya, ke 10 pasar tersebut akan diusulkan dan diharapkan bisa meraih sertifikasi SNI dari Badan Standarisasi Nasional (BSN).

Pasar itu antara lain Pasar Ciplak (Jakarta Timur), Pasar Koja (Jakarta Utara) dan Pasar Baru (Jakarta Pusat). Peningkatan layanan, kata Asisten Manajer Bidang Humas PD Pasar Jaya, Fatra Vaganza, diperlukan untuk menarik minat masyarakat berbelanja ke pasar tradisional.

Kita menilai upaya ini merupakan bentuk keberpihakan Pemprov DKI terhadap keberadaan pasar tradisional agar tidak semakin terpinggirkan oleh kehadiran mal atau hypermarket.
Kita bisa mencontoh kota-kota di Asia Tenggara yang relatif sukses memberdayakan pasar tradisional sehingga memiliki nilai lebih. Tengok saja Bangkok. Kota ini memiliki sejumlah pasar tradisional yang sudah dijadikan destinasi wisata unggulan, antara lain Pasar Chatuchak.

Keberpihakan pemerintah Kota Bangkok terhadap pasar tradisional terlihat jelas. Pasar tradisional tak cuma ditata dengan apik dan dijaga kebersihannya, tapi masyarakat juga dimanjakan dengan akses transportasi yang nyaman menuju ke lokasi tersebut. Ada bus, taksi, bahkan MRT (mass rapid transit).

Kita percaya Pemprov DKI juga mampu membangun pasar tradisional seperti kota Bangkok. Dengan demikian pasar tradisional kita akan semakin diminati masyarakat, bahkan bisa menjadi salah satu destinasi unggulan wisata Jakarta. ^^