Tuesday, 11 December 2018

Muhammadiyah Tetapkan Awal Puasa Senin 6 Juni 2016

Senin, 18 April 2016 — 17:23 WIB
*Illustrasi

*Illustrasi

JAKARTA (Pos Kota) – Pimpinan Pusat Muhammadiyah menetapkan awal puasa Ramadhan 1437 Hijriah (H) jatuh Senin, 6 Juni 2016 M, dan 1 Syawal 1437 H, atau Lebaran jatuh Rabu 6 Juli 2016 M.

Sedangkan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengumumkan awal puasa Ramadhan tahun ini bersamaan Sidang Isbat yang akan digelar pemerintah yang dilaksanakan Kementerian Agama.

Penetapan Muhammadiyah tentang awal Ramadhan dan Lebaran disampaikan langsung Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir di Kantor PP Muhammadiyah, Yogyakarta, Senin (17/4).”Karena itu saya berharap masyarakat bisa meningkatkan nilai keIslaman memasuki ramadhan tahun ini,” kata Haedar.

Menurut dia, Ramadhan menjadi momentum untuk terus meningkatkan diri dalam beribadah dan hubungan sosial dengan sesama masyarakat. Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid PP Muhammadiyah, Oman Faturrahman mengatakan, penetapan awal puasa dan syawal tersebut didasarkan pada hasil hisab hakik wujudul hilal.

Dia menjelaskan, ijtimak jelang Ramadhan 1437 H terjadi pada Ahad Legi, 5 Juni 2016 Masehi pukul 10:01:51 WIB. Tinggi bulan pada saat terbenam Matahari di Yogyakarta dan di seluruh wilayah Indonesia pada saat terbenam Matahari itu bulan berada di atas ufuk. “Karenanya 1 Ramadhan di tetapkan jatuh pada hari Senin, 6 Juni 2016,” kata Haedar.

KH Marsudi Suhud, Ketua PBNU yang dihubungi di Jakarta, Senin (18/4) menyatakan secara penanggalan NU suidah menetapkan awal Ramadhan, termasuk awal Syawal tahun ini. Namun, PBNU belum bisa mengumumkan kepada masyarakat.

Marsudi menambahkan PBNU akan mengumumkan awal Ramadhan bersamaan dengan Sidang Isbat yang dilaksanakan Kementerian Agama. Namun demikian, PBNU menghargai apa telah dilakukan PP Muhammadiyah yang sudah mengumumkan awal Ramadhan dan awal Syawal tahun, atau Idul Fitrii, Lebaran tahun ini.

“Kami berharap kalau nanti terjadi perbedaan dalam penetapan awal Ramadhan dan awal Syawal tahun ini, maka PBNU menghimbau umat muslim untuk saling menghargai dan saling menghormati. Saya yakin masyarakat selama ini sudah terbiasa merasakan perbedaan dalam melaksanakan awal puasa dan awal Syawal,” terang Marsudi. (Johara)