Thursday, 15 November 2018

Ini Maklumat YLKI di Hari Konsumen Nasional

Rabu, 20 April 2016 — 13:48 WIB
Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi/ist

Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi/ist

JAKARTA (Pos Kota) – Meski konsumen sudah mendapat perlindungan yang kuat semenjak disahkannya UU No 8/1999, namun pelanggaran hak masih terjadi secara masif di berbagai sektor.

“Termasuk di pelayanan publik services, seperti pelayanan listrik yang masih byar pet di berbagai daerah,” kata Ketua Pengurus Harian YLKI, Tulus Abadi, kepada Pos Kota, Rabu (20/4).

Karenanya terkait Hari Konsumen Nasional yang jatuh pada 20 April ini, YLKI memaklumatkan enam hal.

Di antaranya mendesak pemerintah untuk secara konsisten dan sungguh-sungguh membuat kebijakan yang tidak meminggirkan dan melanggar hak konsumen.

Juga mendesak pemerintah dan penegak hukum untuk memberikan sanksi tegas pada pihak yang terbukti melanggar hak konsumen dengan sanksi dan hukuman yang menjerakan.

Ia juga meminta pemerintah, seperti Badan POM, Kemendag, Dinas Perdagangan dan industri, dan instansi terkait untuk mengintilensifkan pengawasan peredaran barang dan jasa.

“Baik yang sifatnya pre market control dan atau post market control,” tandasnya.

Kepada pelaku usaha dan produsen, pihaknya meminta dan mendesak untuk secara aktif pro aktif mengedukasi konsumennya.

Karena hal ini dijamin pada UU Perlindungan Konsumen bahwa konsumen berhak atas edukasi dan pendidikan, yang dilakukan produsen dan pelaku usaha.

Pelaku usaha juga diminta untuk menghentikan praktik curang dalam berusaha yang berpotensi, bahkan terbukti merugikan konsumen baik pada saat promosi/iklan dan praktik penjualannya.

Tulus juga meminta konsumen untuk berani menuntut haknya yang terbukti dilanggar pelaku usaha atau bahkan pemerintah, baik secara individual dan atau kolektif.

(setiawan/sir)