Sunday, 21 July 2019

Penyerapan APBD DKI 2016 Masih Nol Persen

Kamis, 21 April 2016 — 10:32 WIB
uang

JAKARTA (Pos Kota) – Hingga triwulan pertama, penyarapan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta masih nol persen. Prosentase tersebut menempatkan ibukota setara dengan daerah lainnya di wilayah Indonesia timur, seperti Papua.

Hal tetersebut terungkap dari berdasarkan data Kementarian Dalam Negeri (Kemdagri), realisasi belanja APBD Provinsi hingga 31 Maret 2016 rata-rata mencapai 8,3 persen. Pada medio ini penyerapan anggaran tertinggi diraih Provinsi Jawa Timur sebesar 17,2 persen. Disusul oleh Provinsi Lampung sebesar 15,9 persen, Sulawesi Utara 15,2 persen, Sumatera Selatan 15,1 persen dan Nusa Tenggara Barat 14,6 persen.

Dari 34 Provinsi di Indonesia, ada delapan provinsi yang penyerapan anggaran di triwulan I/2016 masih nol persen. Yaitu Provinsi Kalimantan Utara, Papua Barat, Papua, Nusa Tenggara Timur, Maluku Utara, Kepulauan Riau, Jambi dan DKI Jakarta.

Menanggapi hal ini, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat, mengaku belum mengetahui data tersebut. “Nggak lah. Ya biar saja. Nanti kita lihat lah. Belum dilaporkan. Nanti kita tanya Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD),” kata Djarot di Balaikota.

Dia menyatakan tidak mungkin penyerapan anggaran, terutama belanja modal dalam APBD DKI 2016 masih nol persen. Karena semuanya sudah sesuai dengan perencanaan yang telah ditetapkan. Bahkan dia yakin penyerapan anggaran di tahun ini akan mencapai sangat tinggi dibandingkan tahun lalu. “Ini justru kita sudah on the track betul. Nanti penyerapannya bisa luar biasa,” ujarnya.

Mantan Wali Kota Blitar ini menargetkan penyerapan anggaran di akhir tahun ini bisa mencapai 90 persen. Lebih tinggi 20 persen dibandingkan penyerapan anggaran pada tahun 2015 lalu. “Coba lihat saja. Ini bisa mencapai 90 persen loh penyerapannya. Karena kita sudah lebih awal jalannya, lalu ada lelang konsolidasi. Kemarin saja, meskipun pergub, penyerapan anggarannya capai 70 persen,” tandasnya.
(guruh/sir)