Thursday, 20 September 2018

Kasat Narkoba Polres Belawan Minta Rp 8 Miliar dari Bandar Narkoba

Jumat, 22 April 2016 — 18:35 WIB

JAKARTA (Pos Kota) – Ditangkapnya Kasat Narkoba Polres Pelabuhan Belawan, Sumatera Utara, AKP Ichwan Lubis, lantaran meminta jatah ke bandar narkoba senilai Rp8 miliar. Parahnya lagi, jatah itu mengatasnamakan kepala Badan Narkotika Nasional (BNN).

“Alasannya uang sebanyak itu untuk kepala BNN. Dan agar bisnis narkobanya bisa berjalan lancar jadi harus setor Rp8 miliar,” kata Kepala BNN, Komjen Budi Waseso, saat jumpa pers, Jumat (22/4).

Diceritakan Buwas, ditangkapnya AKP Ichwan berawal dari kecurigaan penyidik BNN yang tengah mendalami kasus jaringan narkoba Malaysia-Aceh-Medan. Pada kasus itu, petugas meringkus seorang kurir dengan barang bukti shabu, ekstasi dan happyfive. “Kami juga meringkus bandar yang merupakan narapidana di salah satu lembaga pemasyarakatan di Sumatera
Utara,” ujarnya. (Baca: BNNP Pastikan Kasat Narkoba Belawan ditangkap)

Pengembangan pun dilakukan dengan melakukan pendalaman Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU). Dari situ lah, transaksi yang berhubungan dengan oknum polisi, ditemukan petugas. “Karena kecurigaan transaksi itu pula, kami akhirnya menggali informasi kembali ke kurir,” ujar Buwas.

Dari informasi yang disampaikan kurir itu, petugas mendapatkan nama Ichwan sudah sepakat dengan sang bandar. Petugas langsung mengintai kurir yang ingin menyerahkan uang kepada yang bersangkutan. “Saat ingin memberikan uang, langsung kita tangkap. Di sana kita temukan uang Rp2,3 miliar cash,” kata Jenderal bintang tiga ini.

Menurut Buwas, dari pemeriksaan awal diketahui bahwa nominal yang diminta oleh Ichwan kepada sang bandar adalah Rp 8 miliar. Namun saat penangkapan yang kami menemukan uang sebesar Rp2,3 miliar. Saat ini, kami sudah berkoordinasi dengan Propam Mabes Polri untuk memeriksa Ichwan lebih lanjut yang saat ini masih di Kantor BNN”. Ungkap Buwas. (Ifand)