Thursday, 20 September 2018

Kematian Tersangka Penipuan Dipastikan Serangan Jantung

Jumat, 22 April 2016 — 20:59 WIB
Kapolres Serang AKBP Nunung Syaifuddin (kaos biru) didampingi Kasat Reskrim AKP Arrizal Samelino, Kaur Reskrim Iptu Atip Ruhyaman dan Kasie Propam Ipda Dwiyanto saat press conference terkait tewasnya Muhammad Iman Tarjuma, tersangka penipuan (haryono)

Kapolres Serang AKBP Nunung Syaifuddin (kaos biru) didampingi Kasat Reskrim AKP Arrizal Samelino, Kaur Reskrim Iptu Atip Ruhyaman dan Kasie Propam Ipda Dwiyanto saat press conference terkait tewasnya Muhammad Iman Tarjuma, tersangka penipuan (haryono)

SERANG (Pos Kota) – Kematian Muhamad Iman Tarjuna (48), tersangka penipuan saat ditangkap Polres Serang terkuak. Dia menemui ajal selain penyakit jantung yang sudah lama dideritanya juga hasil visum ada bekas luka lembam di bagian matanya akibat benda tumpul.

“Dia sekali dipukul oknum Ipda IA, angota Polsek Karawaci, tapi saat itu tak apa-apa. Nah, saat mau dibawa ke kantor polisi, dia merontah-rontah lau terkulai lemas,” ujar Kapolres Serang AKBP nunung Syaifudin didampii Kasatreskrim AKP Arrizal Samelino, Jumat (22/4).

Ketika itu, lanjut Kapolres isterinya Sitio Masitoh memberitahu jika suaminya punya penyakit jantung. “Penyidik Polres Serang lalu menanyakan obatnya, istrinya menggelengkan kepala sehingga kami membawanya ke RSUD Drajat Prawiranegara, namun nyawa tak tertolong,” terangnya.

Dikatakan Kapolres, hasil pemeriksan di lokasi kejadian oleh Propam Polda Banten, Siti Masitoh ka mengakui adanya pemukulan satu kali. “Pengakuan isterinya penyidik Polres Serang berusaha melerai, tapi oknum Ipda IA smepat melayang seklai pemukulan,” tambahnya.

Ipda IA ini adalah korban penipuan yang dialukan IMan Tarjuna. Sesuai LP.B/418/VI/2015, Muhaman Iman Tarjuna alias Agus Sudrajat ditetapkan sebagai tersangka penipuan dengan bukti 2 lembar kwitansi masuk CPNS masing-masing senilai Rp70 juta dan Rp30 juta. (Baca: Tersangka Penipuan Tewas Saat Ditangkap)

“Sebelumnya Ipda memberikan uang itu dengan harapan keponakannya dapat masuk CPNS lewat Iman, tapi setelah menerima cek Iman malah kabur, lau dilaporkan ke kami,” katanya. Setelah sekian lama dillakukan pencarian, akhirnya diketahui keberadan Iman.

Saat itu oknum Ipda IA ikut, tapi sebelumnya disepakati, jika Imam ditemukan, maka upaya penangkapan adalah penyidik Polres Serang. “Tapi mungkin oknum IPda IA kesal dia seklai melayang pulang,” tandas Kapolres. (haryono/iw)