Wednesday, 14 November 2018

Polisi : Kematian Prince Bukan Karena Bunuh Diri

Sabtu, 23 April 2016 — 19:50 WIB
Penggemar Prince dengan mengenakan pakaian nuansa ungu mengucakan rasa duka atas  meninggalnya bintang top dunia itu. (reuters)

Penggemar Prince dengan mengenakan pakaian nuansa ungu mengucakan rasa duka atas meninggalnya bintang top dunia itu. (reuters)

AMERIKA– Otoritas kepolisian di Minnesota, AS, mengatakan hasil autopsi menunjukkan bahwa kematian mendadak bintang pop dunia, Prince, bukan karena bunuh diri.

“Tidak ada alasan untuk mempercayai kematian Prince karena bunuh diri,” kata Kepala kepolisian Minnesota, AS, Jim Olson, setelah pihaknya melakukan autopsi terhadap jenazah Prince.

Namun demikian, dia meminta hasil pemeriksaan lengkap yang memakan waktu beberapa pekan ke depan. “Sekali lagi, ini adalah penyelidikan awal dan kami akan terus menyelidiki,” tandas Olson.

Pemusik dan peggubah lagu itu meninggal dunia secara mendadak pada usia 57 tahun di rumahnya Minneapolis, Kamis (21/04).

Dia meninggal dua pekan setelah menunda konsernya karena kondisi kesehatannya yang memburuk.

Sementara, penggemarnya – yang sebagian besar mengenakan pakaian warna ungu – terus berkumpul di luar kediamannya untuk menyampaikan penghormatan terhadap mendiang.

Warna ungu merujuk pada salah satu lagu populernya, Purple Rain atau Hujan Ungu.

Prince berhasil menjual lebih dari 100 juta album sepanjang karier musiknya dan pada tahun 2004, dia masuk dalam Rock and Roll of Fame.

Sebagai penyanyi merangkap penggubah maupun pengaransemen dengan kemampuan memainkan berbagai instrumen musik, Prince telah menghasilkan lebih dari 30 album.

Album terbarunya HITnRUN Phase Two dirilis tahun lalu dan dia masih menggelar konser untuk album itu sampai pekan lalu.(BBC)