Wednesday, 15 August 2018

Dilindungi “Orang Kuat” Ahok jadi Arogan

Senin, 25 April 2016 — 19:52 WIB
Gubernur Ahok

Gubernur Ahok

JAKARTA (Pos Kota) – Perlindungan yang diberikan dari “orang kuat” di Indonesia kepada Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahja Purnama, membuatnya menjadi sangat arogan. Akibatnya, semua orang penting maupun lembaga tertinggi di negara ini, kerap ditantang Ahok.

Praktisi Intelejen, Fauka Noor Farid mengatakan, karena dukungan orang kuat di Indonesia itu, membuat Ahok menjadi arogan. “Semuanya pernah ditantang Ahok, mulai dari orang atas, hingga warga yang ada dibawahnya,” katanya, Senin (25/4) ketika ditemui di kantornya di Kramatjati, Jakarta Timur.

Menurut Fauka, aksi arogan yang diperlihatkan Ahok adalah menantang Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dalam kasus RS Sumber Waras. “Semuanya ditantang hanya karena ingin menunjukan kalau dia (Ahok) tidak terlibat dalam kasus korupsi,” ujarnya.

Selanjutnya, kata Fauka, Ahok juga menantang Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, Menteri bidang Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar. “Menteri itu ditantang Ahok hanya untuk membuktikan dirinya tak terlibat dalam proyek reklamasi teluk Jakarta,” ungkap praktisi Intelejen yang mantan anggota Bais ini.

Dan yang belum lama ini ditantang Ahok adalah, dia pernah juga pernah menantang Wakil Presiden Jusuf Kalla atas proyek reklamasi yang dimintanya untuk dihentikan. Disitu, orang nomor dua di Indonesia itu pun hanya berucap “Kalau bukan begitu, bukan Ahok,”. “Kalau bukan dilindungi oleh orang kuat di negeri ini, ya nggak akan berani dia (Ahok) melawan orang nomor dua di Indonesia ini,” kata mantan anggota Kopassus ini.

Fauka menilai akibay tingkah Ahok membuat jelek nama Indonesia dengan mempermalukannya. “Semua ditantang Ahok, mulai dari melawan BPK, menteri, hingga Wapres, dan baru-baru ini tokoh politik dan parpol juga menjadi sasaran kearogannya,” tegas anggota tim Mawar.

Aksi tantang menantang yang dilakukan Ahok itu sendiri, dinilai Fauka sebagai upaya mencari “kambing hitam”. Hal itu dilakukan hanya untuk membuat namanya tetap bersih di mata masyarakat. “Kalau semua ditantang Ahok, lebih baik dia ikut tarung bebas saja. Kan bagus nanti bisa dapat piala,” ujar Fauka sambil tertawa. (Ifand)