Wednesday, 14 November 2018

Anggota DPR Irma Suryani:

5 Pekerja Ilegal Asal Cina Kerja di Bandara Halim, Menaker Kecolongan

Rabu, 27 April 2016 — 19:15 WIB
Anggota Komisi IX DPR Irma Suryani (ist)

Anggota Komisi IX DPR Irma Suryani (ist)

JAKARTA (Pos Kota) – Lima tenaga kerja asal Cina bekerja ilegal di lahan Pangkalan AU Halim Perdanakusuma dan ditangkap pihak Indonesia, karena Menteri Tenaga Kerja Hanis Dhakiri kecolongan. Sebab, mereka masuk ke Indonesia tanpa dokumen.

“Yang pertama kali disalahkan adalah Menteri Tenaga Kerja, sebab dialah yang berkaitan langsung dengan tenaga kerja di Indonesia. Lima tenaga kerja itu masuk dan bekerja tanpa dokumen, itu Menaker kecolongan,” kata Anggota Komisi IX DPR Irma Suryani, di Jakarta, Rabu (27/4/2016).

Seperti diberitakan, lima warga negara Cina yang ditangkap, Selasa, (26/4). Kelima warga asing itu ditangkap saat tengah beraktivitas di proyek jalur kereta api cepat yang berada di Pangkalan TNI Angkatan Udara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur.

Ia mengatakan, negara kita berdaulat, sehingga apa pun urusannya kalau ada orang masuk ke dalam negeri harus menggunakan dokumen resmi. “Di negeri ini tidak boleh orang asing seenaknya, kita negara berdaulat. Untuk bekerja di Indonesia, orang asing harus ada dokumen resmi,” katanya.

Menurut politisi dari Fraksi Nasdem tersebut, Menteri Tenaga Kerja harus tahu jumlah tenaga kerja yang dimasukkan investor ke Indonesia. Selain itu, posisi para tenaga kerja itu, harus ada data di Kemennaker.

“Jadi, Menaker itu harus tahu berapa tenaga kerja yang dimasukkan investor asal Cina itu ke Indonesia, untuk proyek apa, dan dimana saja diletakkan. Harus tahu menterinya,” ujar Irma.

Ia mendapat informasi, tenaga kerja dari Cina yang masuk  Indonesia sudah puluhan ribu orang di berbegai tempat. “Saya punya informasi, ada 50 ribu pekerja Cina yang masuk secara ilegal, salah satunya di Medan, ini tidak boleh dibiarkan,” ujarnya.

Dalam kasus terakhir di Halim Perdana Kusuma tersebut, justru terjadi di lahan vital punya TNI AU. Menurut Irma, di tempat sevital itu saja bisa masuk sembarangan, maka patut dicurigai di temapat-tempat lain. “Menaker harus lebih serius menangani kasus-kasus seperti ini,” ujarnya. (win)