Tuesday, 20 November 2018

Anak Tiri Tidak Perawan Bapak Nambahi Sekalian

Rabu, 27 April 2016 — 6:05 WIB

BENAR-BENAR jadi ayah tiri yang sok moralis si Ngatijo, 47, ini. Dengar kabar bahwa Nining, 18, anak tirinya sudah digauli pacarnya, dia malu sekali sebagai bapak. Untuk melampiaskan kemarahan, Nining disekap dalam kamar. Dihajar, kemudian ditelanjangi dan langsung diperkosa sebanyak dua kali. Kacau!

Ayah tiri harus tanggungjawab pula pada ekonomi dan pendidikan anak bawaan istri. Sebab setelah mencintai emaknya, harus diikuti pula dengan menyayangi anak-anaknya. Ini tanggungjawab seorang ayah yang tak bisa ditawar-tawar. Cuma di banyak kejadian, banyak ayah tiri yang kebablasan. Saking sayangnya pada anak tiri, diajak tidur bersana dan kemudian………ditiduri pula!

Ayah tiri berhati hewan itu termasuk Ngatijo, warga Kalitidu, Kabupaten Bojonegoro (Jatim). Setelah sekian tahun menikahi Sulis, 40, lama-lama naksir juga pada anak tirinya, Nining, yang semakin gede semakin menggamit rasa merangsang pandang. Andaikan tidak ingat bahwa gadis yang sedang mekar itu anak bawaan istri, sudah disikatnya sejak kemarin-kemarin.

Di kala Ngatijo masih dalam tahap “penjajakan”, eh sudah dilihatnya dengan mata kepala sendiri, ada sejumlah anak muda yang naksir si Nining. Kemudian terlihat pula, ada seorang anak muda bernama Fredi, 23, rupanya dia yang diterima jadi pacar Nining secara definitip. Mendadak sontak Ngatijo jadi cemburu, merasa sudah kalah set.

Setan yang baru saja jalan-jalan ke Medan habis membujuk Kasat Narkoba Ihwan Lubis biar mau terima sogok dari bandar narkoba, iseng-iseng lalu mampir ke rumah Ngatijo. Bapak setan ini lalu memberi petunjuk, atau menurut petunjuk bapak setan, Ngatijo tak perlu ragu untuk menggauli anak tirinya itu. “Kamu harus gerak cepat. Kalau tidak bisa keduluan….!”, katanya penuh semangat.

Gara-gara itu Ngatijo jadi mulai berani mewujudkan niat jahatnya. Bila Bupati Bojonegoro Kang Yoto mulai blusukan di DKI Jakarta, kini Ngatijo tiru-tiru blusukan ke kamar anak tirinya itu. Ini dilakukan tatkala Nining dalam kondisi tidur. Setan selalu membujuk agar segera ditubruk, tapi hati nurani selalu mengingatkan: jangan, kamu harus jaga amanat.

Batallah Ngatijo melancarkan niat jahatnya, karena rupanya hati nurani lebih dominan. Tapi beberapa hari kemudian dia dapat kabar bahwa Nining sudah tidak perawan lagi karena beberapa kali sudah disetubuhi oleh Fredi kekasihnya itu. Ngatijo sungguh menyesal, karena sudah keduluan pihak lain. Tapi sebagai ayah, dia tak boleh menunjukkan sikap itu. Maka dia pun lalu menghardik Nining, “Bikin malu orangtua saja kamu. Kalau sampai hamil siapa yang tanggungjawab?”

Kala itu Ny. Sulis sedang tidak di rumah. Nining lalu diseret masuk kamar, dihajar dengan pukulan ikat pinggang, splakkk splakkk. Habis itu ditarik bajunya dan ditelanjangi. Mungkin untuk membuktikan kebenaran info bahwa Nining sudah tidak gadis lagi, langsung saja anak tiri itu disetubuhi sampai dua kali. Ternyata benar, anak tirinya memang sudah tanpa “polisi tidur” lagi. Setan pun memberikan aplaus: bagus, bagus, jangan takut-takut!

Ibarat sudah jatuh dari tangga, masih ketiban tangga itu sendiri, Nining pun lalu mengadu pada ibunya. Ibunya tentu saja terkaget-kaget, sehingga lapor ke Polsek Kalitidur. Ngatijo segera ditangkap dan disel. Dalam pemeriksaan dia mengakui terangsang melihat penampilan akhir anak tirinya itu, dan terjadilah semuanya.

Nyesel ngkali, karena Ngatijo hanya jadi “generasi penerus”. (BJ/Gunarso TS)