Monday, 24 June 2019

BAKAL RAMAI

Rabu, 27 April 2016 — 5:22 WIB

“WAH, aku kaget juga dengar Rustam Effendi mundur dari Walikota Jakarta Utara,” kata Soleh.

“Memang kenapa?” tanya Lukman.

“Katanya sudah nggak bisa sejalan dengan Gubernur DKI Jakarta.”

“Dia itu tulen PNS DKI Jakarta. Karirnya dimulai dari Pegawai Harian Lepas (PHL) di Kantor Kelurahan Rawabuaya, Cengkareng. Belakangan jadi Sekretaris Kota Jakarta Barat, Plt Walikota Jakarta Barat, Wakil Walikota Jakarta Selatan, Plt Walikota Jakarta Pusat. Dilantik jadi Walikota Jakarta Utara Januari 2015,” kataku.

“Kalau begitu sudah karatan di birokrasi DKI. Sayang kalau dia mundur,” kata Lukman.

“Sayang sih sayang. Cuma kalau sudah bisa nggak sejalan lagi, bagaimana?” kataku.

“Kabarnya dia nggak enak dibilang Ahok bersekutu dengan Yusril,” kata Soleh.

“Kan Yusril sama Ahok sama-sama dari Bangka-Belitung,” kata Lukman.

“Betul, cuma kan Yusril bakal maju menyaingi Ahok,” kata Soleh.

“Ahok bilang itu cuma becanda saja. Dia juga tahu Rustam Effendi nggak pernah hubungan dengan Yusril. Yang lain cuma ketawa saja,” kata Lukman.

“Nah, di sini barangkali masalahnya. Ahok menganggap itu cuma becanda, nggak ada apa-apanya. Rustam Effendi mungkin menganggap ini sudah menyangkut harga diri,” kataku.

“Ya juga. Kalau sudah menyangkut harga diri, apa juga dihadapi,” kata Soleh.

“Betul juga. Paling tidak, Ahok bisa ambil hikmah, pelajaran dari kasus ini,” kataku.

“Betul, tidak semua bisa dibecandai. Dan tak semua orang senang diketawai di depan orang. Ahok harus sudah tahu posisinya sekarang. Setiap kesempatan akan dimanfaatkan untuk menyerangnya,” kata Soleh.

“Belum lama, Amin Rais menyerangnya. Dibilang Ahok nggak pantas jadi gubernur,” kataku.

“Ya, Amin Rais bilang Ahok arogan, mau menang sendiri,” sambung Lukman.

“Ahok sih tenang saja. Malah dia bilang Amin Rais pernah kasi pin penghargaan demokrasi kepadanya waktu jadi Bupati Belitung Timur,” kata Soleh.

“Tokoh PAN sarankan pin untuk Ahok itu dicabut, karena Ahok sudah berubah,” kataku.

“Bagi Ahok pin itu mau dicabut, silakan saja,” kata Lukman.

“Cuma Ahok ini jadi tambah saja musuhnya,” kata Soleh.

“Wajar itu. Kan ini mau pilkada,” kataku.

“Ya, tapi kan pilkadanya baru tahun depan,” kata Soleh.

“Ini Jakarta, Bung. Pemanasannya dari sekarang. Apalagi yang daftar ke parpol sudah lebih dari 30 orang. Pilkada DKI 2017 bakal ramai,” kataku. (lubis1209@gmai.com)