Wednesday, 14 November 2018

Petugas PPSU di Jaktim Jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan

Rabu, 27 April 2016 — 17:24 WIB
Para petugas PPSU dari 30 kelurahan di 5 kecamatan  di Jakarta Timur telah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. (inung)

Para petugas PPSU dari 30 kelurahan di 5 kecamatan di Jakarta Timur telah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. (inung)

JAKARTA (Pos Kota) – Para petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) dari 30 kelurahan di 5 kecamatan yang ada di Jakarta Timur telah terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.

Penandatangan perjanjian kerjasama kepesertaan petugas PPSU kelurahan dengan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Jakarta Ceger, dilaksanakan di Ruang Aula Kantor Kecamatan Cipayung, Rabu (27/4).

Hadir pada penandatangan ini Wakil Walikota Jakarta Timur Husein Murad, Camat Cipayung Iin Mutmainnah, Kepala BPJS Cabang Jakarta Ceger Agung Maryanto dan 30 lurah dari lima kecamatan di Jakarta Timur. Lima kecamatan tersebut yaitu, Kecamatan Kramatjati, Pasar Rebo, Ciracas, Cipayung dan Makasar.

Wakil Walikota mengaku gembira dengan terdaftarnya petugas PPSU sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan.  “Kegiatan ini merupakan suatu ibadah yang baik karena membantu sesama, yaitu membantu PPSU mendapatkan perlindungan kerja dari BPJS Ketenagakerjaan,” ucapnya.

Para petugas PPSU pun menurut Husein, dapat lebih fokus dalam menjalankan tugasnya sehari-hari. “Hal ini sudah selayaknya mereka dapatkan karena PPSU menjadi tulang punggung Jakarta, dalam mendukung program Gubernur DKI Jakarta untuk menjadikan Jakarta baru, menjadi bersih dan indah,” kata Husein.

Meningkat Kesejahteraannya

Hal senada disampaikan Camat Cipayung Iin Mutmainnah yang berharap petugas PPSU dapat semakin meningkat kesejahterannya. “Ini merupakan awal yang baik untuk ke depannya bagi seluruh PPSU, karena mendapatkan perlindungan kerja dari BPJS Ketenagakerjaan,” ujarnya.

Sementara Kepala BPJS Cabang Jakarta Ceger Agung Maryanto mengatakan, penandatangan ini untuk melanjutkan perjanjian kontrak yang telah habis. “Kontrak tahun lalu sudah habis karena memang hanya setahun. Sekarang Walikota Jakarta Timur membuat surat keputusan untuk seluruh tenaga kerja mendapatkan jaminan perlindungan kerja dari BPJS Ketenagakerjaan,” paparnya.

Surat perjanjian kerjasama, berlaku selama satu tahun yaitu dari Maret 2016 sampai Maret 2017. “Program ini sangat baik karena didukung oleh Gubernur DKI Jakarta bersama Walikota Jakarta Timur untuk mensejahterakan warga Jakarta khususnya Jakarta Timur,” kata Agung.

Menurut Agung, tugas petugas PPSU sehari-harinya sangat berat sehingga sepantasnya mereka mendapatkan perlindungan ketenagakerjaan dari BPJS. “Kami siap memberikan santunan jika terjadi kecelakaan kerja dan kematian,” tuturnya.

Agung menambahkan, ini merupakan yang pertama kali di Jakarta, Walikota membuat Surat Keputusan agar petugas PPSU mendapatkan jaminan perlindungan dari BPJS Ketenagakerjaan.

“Semoga awal yang baik ini menjadikan Jakarta lebih baik lagi dan seluruh warga DKI Jakarta sejahtera akan adanya BPJS,” tutup Agung. (inung/win)