Sunday, 23 September 2018

Kemendes Jelajahi Puluhan Ribu Desa Untuk Sosialisasi Penggunaan Dana

Kamis, 28 April 2016 — 16:24 WIB
Sekjen Kemendes PDTT, Anwar Sanusi. (ist)

Sekjen Kemendes PDTT, Anwar Sanusi. (ist)

JAKARTA (Pos Kota) – Mau melakukan sosialisasi dan mengecek penggunaan dana desa, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendesa PDTT) luncurkan program “Jelajah Desa Nusantara 2016”. Puluhan desa akan dijelajahi.

“Peluncuran sudah dilakukan di Makasar pada Rabu (27/4.  Jelajah Desa Nusantara (JDN) akan berkeliling ke tiga pulau di Indonesia, yaitu Pulau Sulawesi, Jawa, dan Sumatera. Kami akan mendatangi sejumlah desa yang kami lewati dan singgah untuk berdialog dengan masyarakat tentang Dana Desa,” ujar Sekretaris Jenderal Kemendesa PDTT, Anwar Sanusi, di Jakarta, Kamis (28/4).

Anwar menambahkan, lokasi tersebut dipilih dengan pertimbangan 73% DD (dana desa) disalurkan di tiga pulau tersebut. Pulau Jawa dan Bali dengan total 23.118 desa mendapatkan alokasi sebesar 32%, Pulau Sumatera dengan 22.982 desa mendapatkan alokasi 30%, dan Pulau Sulawesi dengan 8.679 desa mendapatkan alokasi sebesar 11,4%.

Etape pertama di Makasar, kedua  di Pulau Jawa. Rute yang ditempuh dimulai dari Jakarta dan akan melalui diantaranya desa-desa di Cirebon, Magelang, Trenggalek, dan berakhir di Situbondo. Sementara Pulau Sumatera akan menjadi etape ketiga. Tim JDN akan melalui enam provinsi dan 16 kabupaten melalui jalur lintas timur.

“Total kami akan menempuh 6.872 kilometer. Melalui JDN ini, kami ingin mengajak seluruh elemen di desa untuk mengawasi penyaluran dan penggunaan dana desa. Dana Desa harus digunakan secara tepat untuk pembangunan desanya masing-masing,” lanjut Anwar.

Masih Ditemukan Belum Cair

Di Sulawesi Barat tepatnya di  Kabupaten Polewali Mandar, tim JDN menemukan pencairan dana desa tahap I  yang belum cair.  “Ternyata, faktor utamanya adalah belum rampungnya laporan penggunaan dana desa sebelumnya, yakni tahun anggaran 2015,” ujarnya.

Wakil Bupati Polewali Mandar, M Natsir Rahmat saat ditemui tim JDN mengatakan, dana desa Tahun 2015 di Kabupaten Polewali Mandar baru terealisasi sebesar 99,7 persen. Dana desa yang belum sepenuhnya terserap tersebut, diakibatkan oleh masih adanya desa yang belum melaporkan realisasi dana desa.

“Masih ada 2 desa yang belum memberikan laporan. Inilah kenapa, realisasi dana desa tahun 2015 masih kurang sekitar 0,2 persen lebih,” ujarnya.

Lambatnya pelaporan penggunaan dana desa tahun lalu tersebut, secara otomatis berpengaruh pada lambatnya penyaluran dana desa tahap I Tahun 2016. Di mana, salah satu syarat pencairan dana desa adalah dengan menyerahkan laporan realisasi dana desa yang telah disalurkan sebelumnya.

Keterlambatan tersebut pun mendapat keluhan dari berbagai desa, yang dikunjungi tim JDN di Kabupaten Polewali Mandar. Desa Patampanua Kecamatan Matakali misalnya, yang terpaksa menunda pembangunan karena belum dicairkannya dana desa 2016.

“Padahal bikin laporan itu tidak susah. Format laporannya juga mudah, saya heran kenapa masih ada desa yang belum memberikan laporan,” terang Abdul Azis Beh, Kepala Desa Patampanua, seperti dikutip Anwar Sanusi.

Menurut Anwar, desa-desa tersebut sangat berharap dana desa tahap I segera cair.(Tri/win)