Wednesday, 14 November 2018

Penjelasan Berita `Galian Kabel Bawah Tanah di Jalan Gajah Mada Bikin Macet`

Kamis, 28 April 2016 — 15:04 WIB
Rencana galian kabel bawah tanah di Jalan Gajah Mada, Jakarta Barat bikin macet. Gambar diambil pukul 07:30 Wib. (sir)

Rencana galian kabel bawah tanah di Jalan Gajah Mada, Jakarta Barat bikin macet. Gambar diambil pukul 07:30 Wib. (sir)

JAKARTA (Pos Kota) – Dalam rangka penyediaan infrastruktur ketenagalistrikan serta untuk memenuhi kebutuhan listrik khususnya di wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya, diperlukan peningkatan kapasitas Gardu Induk dan transmisi 150 kV.

Untuk mendukung implementasi program tersebut,PT PLN (Persero) menandatangani NotaKesepahaman dengan Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta Tentang Kerja Sama Penyediaan Infrastruktur Ketenagalistrikan di Wilayah Provinsi DKI Jakarta Nomor 5 Tahun 2016 dan Nomor 0006.MOU/HKM.00.01/DIRUT/2016, pada tanggal 15 Maret 2016 oleh Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dan Diretur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir bertempat di kantor Gubernur DKI Jakarta.

Pekerjaan galian kabel bawah tanah di Jalan Gajah Mada merupakan salah satu Section pekerjaan Underground Cable (UGC) 150 kV yang akan menghubungkan Gas Insulated Substation (GIS) 150 kV Ketapang menuju GIS 150 kV Mangga Besar sepanjang kurang lebih 2,5 KM dimana rute pekerjaan tersebut melewati jalan Zainul Arifin-jalan Gajah Mada-jalan Mangga Besar.

Pengerjaan proyek tersebut merupakan bagian dari Kontrak Transmissions and Substations Project Package 2 150 kV Underground Cables for Gedung Pola – Manggarai, Manggarai – Dukuh Atas, Ketapang – Mangga Besar and Kemang Incomer No.443.PJ/041/DIR/2011 tanggal 23 November 2011 yang baru bisa direalisasikan pelaksanaannya mulai bulan April 2016 ini oleh pelaksana Consortium of Taihan – Samsung C&T dan Sub Kontraktor PT. Citra Gentari Indonesia.

 
Proses penerbitan Ijin Pelaksanaan Penempatan Jaringan Utilitas (IPPJU) dari BPTSP memakan waktu cukup lama karena PLN pada awalnya mengajukan metode penggalian secara manual, sedangkan sesuai Peraturan Gubernur DKI Jakarta nomor 195 tahun 2010 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penempatan Jaringan Utilitas pada Bab VI PELAKSANAAN Bagian Kedua – Pelaksanaan Penggalian – Pasal 24 disyaratkan bahwa “Pelaksanaan penggalian pada lokasi strategis harus dilaksanakan dengan bor mesin”, sehingga setelah dirubah metode penggaliannya menggunakan system Horizontal Directional Drilling (HDD) maka IPPJU tersebut dapat diterbitkan dengan nomor 108/3.3/31/1.795/2015, pada tangggal 17 Desember 2015.

 
Metode pelaksaan pekerjaan dimaksud dimulai dengan pekerjaan Test Pit yaitu menggali beberapa titik yang akan dijadikan lokasi Joint Pit untuk mengetahui utilitas apa saja yang berada di bawah permukaan tanah tersebut, kemudian dilanjutkan dengan pengeboran menggunakan mesin HDD pada kedalaman 3 meter di bawah permukaan tanah, disusul dengan pekerjaan reamer untuk mendapatkan besaran lubang pipa pembungkus kabel, selanjutnya menarik pipa High Density Polyethylene (HDPE) sebagai tempat menggelar kabel sepanjang saluran dan diakhiri dengan menarik kabel tegangan tinggi 150 kV XLPE ukuran CU 1.000 MM2 sebanyak 3 kabel dan 1 kabel fiber optic.

 
Untuk menghindari kemacetan lalu lintas di lokasi proyek, PLN telah melakukan koordinasi dengan Polantas dan Dinas Perhubungan setempat untuk membantu mengatur dan memperlancar arus lalu lintas agar masyarakat yang melewati jalur tersebut tidak terganggu aktivitasnya.

Dwi Wibi Handoko
Manajer Hukum, Komunikasi & Pertanahan
PT PLN (Persero)Unit Induk Pembangunan Jawa Bagian Barat
* Penjelasan Pemberitaan Poskotanews.com Kamis 28 April 2016 08.40 WIB