Tuesday, 18 September 2018

Takut Ketahuan Suami, PIL Dikunci Tiga Hari di WC

Kamis, 28 April 2016 — 6:20 WIB

SUNGGUH kasihan nasib Sarwoko, 39, dari Surabaya ini. Jangan ketahuan jadi PIL-nya Ratih, 36, dia disembunyikan Ratih di WC tiga hari. Untung Darmo, 40, selaku suami Ratih sangat pemaaf. Melihat Sarwoko “teler” tersekap di WC berhari-hari, dia hanya disuruh pulang, karena tak tega menghajarnya.

Banyak perempuan yang cintanya mendua. Meski suami mencukupi segala kebutuhan lahir dan batin, tapi hatinya tetap untuk lelaki lain atau yang biasa disebut: PIL. Secara pisik dia menjadi milik suami, tapi hatinya tetap menjadi milik sang PIL. Resiko jadi wanita “bersuami” dua, dia harus siap capek meladeni “kebutuhan” dua lelaki sekaligus. Yang satu jalur partai, yang satu jalur independen.

Ratih warga Rungkut, Surabaya, rupanya juga termasuk wanita yang menduakan cinta suaminya itu. Secara pisik dia resmi jadi istri Darmo yang PNS. Tapi secara batin dia adalah milik Sarwoko, lelaki sales marketing show room mobil. Di kala suami sibuk kerja banting tulang di kantor, di rumah dia sering “banting-bantingan” dengan salesman mobil itu.

Kisah mesum antara Sarwoko – Ratih itu terjalin sejak 5 tahun lalu. Meski sudah berlangsung satu Pelita, tak pernah juga ketahuan. Sebab keduanya sangat lihat memenej aksi mesumnya yang berbasis perselingkuhan itu. Sarwoko hanya datang di jam-jam kerja orang kantoran, antara pukul 08.00 hingga pukul 16.00 sore. Hari Minggu atau hari libur nasional, Sarwoko tak punya “jam bicara” di rumah Ratih.

Tapi di hari-hari kerja PNS itu, asal capek cari konsumen mobil, Sarwoko pasti menemui gendakannya. Di situ mereka berbuat sebagaimana layaknya suami istri, tanpa warga pernah mencurigai. Maklum penghuni perumahan elit kebanyakan memang tak pernah peduli dengan lingkunganya. Semua sibuk dengan urusan masing-masing.

Tapi pepatah kan mengatakan, sepandai-pandi tupai selingkuh, sekali waktu akan meloncat juga. Ini benar-benar dialami oleh pasangan Sarwoko-Ratih. Sekali waktu Darmo pulang cepat karena sakit. Padahal saat dia mengetuk pintu pagar, di kamar Ratih sedang melayani Sarwoko menuntaskan birahinya. Karena kepepet, PIL-nya tersebut lalu disembunyikan di toilet atau kamar mandi belakang yang jarang dipakai.

Darmo sebagai suami di kala sakit menja betul. Istrinya harus selalu di dekatnya, tak boleh beranjak ke mana-mana. Nah karena sibuk melayani suami, Ratih sampai lupa bahwa di kamar belakang sedang “menyekap” seseorang di toilet. Padahal, kunci toilet itu juga dibawa Ratih sendiri.

Kasihan memang Sarwoko, gara-gara dikunci dari luar, dia tak bisa melepaskan diri dari sekapan kamar mandi maut itu. Mau main dobrak, takut ketahuan orang lain. Walhasil dia terus bertahan, dan berdoa, semoga Ratih segera membukakannya.

Tiga hari dalam sekapan, baru pintu dibuka oleh Darmo yang kala itu hendak buang air besar karena kamar mandi utama terpakai. Dikiranya Ratih sendiri, Sarwoko yang sudah lapar lunglai itu mengeluh, “Aduh yank, tega nian kamu menyekapku selama 3 hari…..!” Begitu tahu yang buka suami Ratih, makin lemas saja tubuhnya. Maka dia langsung berterus terang apa adanya.

Sebetulnya Darmo marah sekali karena Sarwoko adalah gendakan istrinya. Tapi melihat kondisi lelaki ini yang lunglai karena kelaparan, akhirnya hanya disuruh pergi begitu saja. Hari berikutnya Darmo langsung menggugat cerai ke Pengadilan Agama Surabaya.

Kalau nggak ketahuan, bisa jadi Sarwoko tinggal tengkorak. (BJ/Gunarso TS)