Wednesday, 14 November 2018

Warga Ancam Mendemo Pelaksana Proyek Flyover

Jumat, 29 April 2016 — 13:10 WIB
Salah seorang warga Adipura, Bandung menunjukan ubin rumahnya yang hancur akibat proyek PT Wika, di Gedebage Bandung. (dono)

Salah seorang warga Adipura, Bandung menunjukan ubin rumahnya yang hancur akibat proyek PT Wika, di Gedebage Bandung. (dono)

BANDUNG (Pos Kota) –  Meski sudah tiga bulan rumah dan tenpat ibadah retak-retak, tapi  PT Wika tak menggubrusi. Warga berencana mendemo  pelaksaan proyek flyover Summarecon  itu yang mengakibatkan puluhan rumah warga di Perumahan Adipura, Gedebage, Bandung retak-retak dan bergetar.

Pelaksana proyek PT Wika dituding tidak bertanggungjawab atas rusaknya rumah warga. Mereka bernecana akan mendemo PT Wika yang dituding perusak rumah tersebut. “Kami akan meminta pertanggungjawaban PT Wika yang dinilai tidak bertanggungjawab,“ kata seorang warga Dadan,45, Jumat (29/4).

(Baca:  Rumah Bergetar Puluhan Warga Segel Proyek Flyover)

PT Summarecon yang menjalankan proyek sama sekali tidak melalulkan sosialisasi termasuk mendata kerusakan rumah. “ Proyek sudah berjalan hampir tiga bulan tapi PT Wika sama sekali tak peduli,“ tandasnya.

Ia melanjutkan, dampak proyek tercatat lebih  40 rumah mengalami kerusakan. Dinding rumah pecah pecah dan lantai hancur dan pecah. “ Rusaknya dinding dan lantai rumah diduga kuat adanya pergesaran tanah.“

PT Wika menancapkan tiang pancang diakuinya tidak mengeluarkan suara bising, namun, da$pak penanaman tiang itu terjadi perubahan struktur tanah. “ Kami akan mendemo PT Wika untuk mempertanggungjawabkan,“ ucapnya.
PT Wika pelaksana proyek flyover yang mengakses Tol Pubaleunyi ke Perumahan Summarecon. Flyover tersebut rencananya membentang di atas Perumahan Adipura yang kini sudah mulai ditimpa dampak proyek tersebut. (dono/iw)